Yogyapos.com (SLEMAN) - Sebagai upaya peran serta mengkampanyekan Gerakan Anti Narkoba dikalangan generasi muda, Karang Taruna Wedomartani, Sleman memproduksi sebuah film pendek berjudul ‘Bukan Sebatas Kata’ (BSK ). Film yang diproduksi dengan dana swadaya ini akan segera tayang di jejaring video Youtube dalam beberapa hari ke depan.
Sutradara sekaligus penulis skenario Sambodo menuturkan, produksi BSK dilaksanakan sebagai bentuk keprihatinan generasi muda atas semakin maraknya peredaran narkoba, khususnya di wilayah DIY. Karena itu, film ini dimaksudkan sebagai upaya edukasi tentang bahaya narkoba serta dampak sosial yang ditimbulkannya.
“Sebenernya tujuan kita pada saat membuat film ini hanya sebatas wahana untuk kumpul. Tetapi kalau hanya sekedar berkumpul saja kan tidak manfaat. Karena itu kita sepakat untuk membuat sebuah karya film,” ujar Sambodo kepada yogyapos.com, Senin (21/9/2020) .
Ditambahkan Sambodo, BSK merupakan film produksi Karang Taruna Wedomartani yang ke-4 dan seperti film-film sebelumnya, semuanya dimainkan oleh anggota Karang Taruna. Waktu produksi mulai dari reading naskah hingga editing berlangsung selama satu bulan penuh, dan semuanya dikerjakan secara mandiri oleh para anggota Karang Taruna
Dalam hal penyutradaraan, Sambodo menegaskan tidak banyak mengalami kesulitan, karena semua pemain diberikan kebebasan dalam berekspresi, sehingga dialog yang tertulis dalam skenario hanya dipakai sebagai acuan. Namun, akting dari para pemain justru terasa lebih hidup karena mereka tak merasa terbebani.
Film BSK memotret isu kenakalan dan maraknya tindakan kriminal remaja dimasa pandemic. Film dikemas dengan Bahasa sederhana dan dialog khas anak muda agar film ini terkesan membumi dan pesan yang disampaikan mudah difahami.
Kisah film ini bertumpu pada sosok tokoh bernama Putri (Ria Trisnawati) yang mempunyai adik bernama Rudi (Nanang Aditya). Karena salah pergaulan maka Rudi terjerumus dalam sindikat geng narkoba. Bahkan Rudi juga terlibat dalam tindakan perampokan. Padahal dilingkungannya, Putri dikenal sebagai seorang aktifis gerakan anti narkoba. Tetapi justru adiknya sendiri terjerumus dalam sindikat narkoba. Cerita semakin menarik, karena ayah mereka justru menjadi korban perampokan yang dilakukan oleh teman Rudi.
Lantas bagaimana Putri dan Rudi menyelesaikan persoalan rumit yang mereka alami? Tunggu saja penayangannya. (Sulistyawan Ds)
