FKKSS DIY Tingkatkan Mutu Layanan Pendidikan Berbasis SPMI dan SPME

share on:
Peserta Training of Trainer (ToT) memperlihatkan Aplikasi DIY SIPP yang telah diunggah di HP || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (YOGYAKARTA) - Forum Komunikasi Kepala Sekolah Swasta (FKKSS) DIY menggelar Training of Trainer (ToT) terkait Sistem Informasi Pelayanan Pendidikan (SIPP).

Kegiatan diikuti 38 SMK Swasta se-DIY ini berlangsung sejak 29 September - 3 Oktober 2022, di Aula Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) di Jalan Kiai Mojo Yogyakarta.

“Pada pelaksanan tahap pertama diikuti 38 SMK dari jumlah total SMK Swasta di DIY sebanyak 153 sekolah,” ujar Sekretaris Panitia FKKSS DIY, Dr Sukiter MPd.

Sukiter mengatakan, FKKSS DIY mendorong peningkatan mutu seluruh komponen ekosistem pelayanan pendidikan berstandar Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) atau memenuhi 8 standar Pendidikan Nasional.

Oleh karena itu dalam kegiatan tersebut seluruh peserta memperoleh Aplikasi DIY SIPP secara gratis.

“Kegiatan dilaksanakan dalam rangka untuk mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan di DIY, membantu guru agar maju dan bangkit dengan kekuatannya sendiri mendampingi sekolah dalam melaksanakan proses pengelolaan sekolah yang sesuai dengan delapan standar,” jelas Sukiter

Program tersebut sejalan adanya Murid Merdeka yang terbagi menjadi tiga aspek yaitu, merdeka belajar, merdeka berkolaborasi dan merdeka berkarya serta dalam upaya mendukung Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY terkait dengan percepatan pembangunan pendidikan bangsa.

Pelaksanaannya dilatarbelakangi dengan dijumpainya sejumlah sekolah yang ditutup lantaran tidak ada siswa karena sulit mendapatkan siswa yang merata di DIY. Seperti di Gunungkidul ada dua sekolah.

“Kita juga keberatan dengan jumlah rombel dapodik itu 36, akhirnya kan fokus ke sekolah negeri dulu. Oleh karena itu agar terdapat daya tarik sekolah mendapatkan murid yang banyak. Pada kegiatan ini kita mengandeng konsultan ahli dari Bogor sekaligus perancang Aplikasi DIY SIPP, dengan kolaborasi ini diharapkan sekolah swasta atau SMK kecil akan lebih eksis dan dapat mempromosikan sekolah,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, sasaran kegiatan adalah Kepala Sekolah, operator, kurikulum, tata usaha, kesiswaan, humas, sarana prasarana, kepala program, guru dan siswa. Sedangkan pembiayaannya dari dana swadaya sekolah masing-masing, didukung Dinas Dikpora DIY, Balai Tekkomdik DIY dan BLPT Yogyakarta.

Dari 38 SMK yang menjadi peserta akan mendapatkan Aplikasi DIY SIPP secara gratis untuk dikembangkan di sekolah masing- masing. Aplikasi tersebut memuat delapan standar SPME dan SPMI. Usai acara dilakukan pendampingan kepada seluruh sekolah selama 21 hari, kemudian dilaksanakan launching Aplikasi DIY SIPP.

“Launching akan diadakan Oktober dihadapan guru, siswa termasuk orang Harapan kami nanti akan ada rekor MURI, jadi semua siswa, orang tua dan masyarakat bisa upload ini. Jadi aplikasi ini akan bisa didownload di playstore dan yang mendapatkannya sekolah SMK yang telah menjadi peserta ToT,” imbuh dia.

Sementara itu, Supriyanta SE M Pd selaku arsitek penggagas Aplikasi DIY SIPP mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan FKKSS DIY membangun kemitraan dengan membangun pemetaan berbasis teknologi. Sistem akan  dikelola oleh FKKSS dan nantinya akan didirikan Balai Latihan Inovasi Sekolah (BLIS).

“Ini merupakan tahap awal. Selain pembagian aplikasi, nanti ada training of trainer, kemudian membikin Science of Techno Park (STP) bekerjasama dengan BLPT, kemudian semua sekolah akan di SLP-kan termasuk siswanya. Sehingga mereka memiliki kompetensi dengan lisensi SLP dan akan dibuat marketplacenya,” katanya.

Pada sistem yang telah berstandar ISO 9001 2015 ini, beber dia, lebih fokus kepada manajemen sekolah, bukan hanya soal absensi saja, bisa didownload bagi masyarakat luas dengan loging sebagai tamu, terdapat 38 fitur.

“Di aplikasi ini kita tidak jual adsende, ngak ada subscribe, tidak ada iklan, hanya di tabel paling bawah nanti akan dicantumkan sponsor yang mendukung sistem ini,” bebernya.

Wakil Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY, Drs Suhirman MPd mengatakan Teknis Training of Trainer (TOT) sangat bermanfaat dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, pihaknya juga mengapresiasi atas inovasi Aplikasi DIY SIPP.

“TOT ini merupakan peluang untuk meningkatkan mutu seluruh elemen mulai guru, sekolah, kepala sekolah termasuk para siswa, kami berharap melalui kegiatan ini bisa mengangkat mutu sekolah, khususnya bagi sekolah swasta di DIY,” kata Suhirman. (Opo)

 

 


share on: