GALA PREMIER JAFF-LA INDIE: Sodorkan Naskah Orisinil Instalie, Nasintel dan Konspirasi Gaib

share on:
Bejibun penonton ramaikan JAFF dan LA Indie Movie || YP/Fadholy

Yogyapos.com (YOGYA) - Dua agen rahasia, Sara dan Wicak ditugaskan untuk mengintai sebuah gudang yang diduga milik jaringan pengedar narkoba kelas kakap. Untuk memuluskan misi, keduanya menyamar sebagai penjual nasi goreng keliling. Pagi hingga malam Sara dan Wicak tak henti-hentinya mengail informasi dari target. Berkat kegigihan misi yang dijalani, Sara dan Wicak pun berhasil membongkar kedok gudang yang menyimpan ratusan karung ganja siap edar.

Diatas adalah sepenggal cerita film pendek berjudul Nasintel besutan sutradara Vince Lee yang diproduseri oleh Adhyatmika. Ceritanya menggelitik dan orisinil. Disisipi bumbu jenaka, Nasintel menghadirkan kesegaran.

LA Indie Movie bersama Jogja Netpac Asian Film Festival (JAFF) tahun 2019 ini kembali menghelat Gala Premier tiga film pendek di Empire XXI, Jl Urip Sumoharjo, Jumat (22/11) sore. Selain film berjudul Nasintel, ada juga Instalie serta Konspirasi Gaib.

Sedangkan Konspirasi Gaib adalah karya besutan Alfi yang diproduseri oleh Ismail Basbeth. Film ini bertutur tentang kisah persahabatan dua mahluk gaib, Cong dan Wowo yang eksistensinya mulai redup dan tidak ditakuti lagi. Hal ini terjadi lantaran Youtube telah menjelma jadi idola baru. Suatu malam, Cong dan Wowo mendatangi rumah Budi, remaja yang keranjingan Youtube. Misi kedua mahluk gaib ini pun simpel: ingin jadi viral dan kembali ditakuti masyarakat.

 Adapun Instalie merupakan film yang diproduseri Ifa Isfansyah, yang dibesut sutradara Lutfi Zulfikar. Alur film ini menceritakan sepasang remaja, Laras dan Haikal yang tengah dibuai cinta. Laras adalah seorang selebgram yang tengah mencari jati diri. Dan Haikal sangat setia menjadi ‘asisten’ pacarnya. Hubungan keduanya pun diuji saat Laras dan Haikal menghadiri sebuah private party seorang youtuber.

Menurut Ifa Isfansyah, film Instalie ini sangat perspektif anak muda sekali.

“Angle cerita yang disodorkan juga related dengan kehidupan sehari-hari seorang anak muda yang berstatus selebgram. Selalu menarik bekerjasama dengan sineas-sineas muda. Ada warna baru yang dihadirkan. Dan membuat pemikiran menjadi segar,” kata Ifa di sela-kegiatan Gala Premiere.

Ifa Isfansyah yang didapuk menjadi Festival Director dalam JAFF 2019 mengatakan, kali ini adalah gelaran JAFF ke-14 yang telah melewati pasang-surut. “Kami mengusung tema ‘Revival’ dan terpusat di Empire XXI. Ini bentuk apresiasi kami atas sejumlah film independen yang semakin berkualitas yang layak dan harus dipresentasikan di ruang yang secara teknis memadai. Sejumlah evaluasi dan perubahan selalu kami lakukan. Bahkan masukan, saran dan kritik dari para pengunjung juga kami tampung. Ini menjadi pemicu kami untu pelaksanaan JAFF lebih baik tahun depan,” kata suami dari Kamila Andini.

Sementara Novrizal, perwakilan dari LAzone.id mengungkapkan, LA Indie Movie adalah wadah bagi sineas muda Indonesia untuk berkarya dan berkreasi.

“Program ini telah digulirkan sejak 2007. Dan bersama JAFF kami telah masuk program tahun kedua. Sebelumnya 2018 dan sekarang 2019. Kami komit untuk mendorong para generasi muda yang punya passion diperfilman, khususnya film pendek untuk selalu mengasah kemampuan bakatnya,” pungkas Novrizal.  (Dol)

 

 


share on: