Yogyapos.com (YOGYA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul melaunching pelayanan kesehatan tradisional bertajuk ‘Gebyar Sinergi’, yang merupakan sinergitas pelayanan kesehatan modern dengan tradisional, di Hotel Burza, Prawirotaman Yogya, Senin (26/10/2020).
“Pelayanan kesehatan tradisional ini untuk sementara akan kami lakukan di Puskesmas 2 Kasihan, Sedayu 1, Imogiri 1 dan Jetis 2,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul, dr Agus Budi Raharjo kepada yogyapos.com, di sela acara Gebyar Sinergi.
Pelayanan kesehatan tradisional dimaksud adalah pelayanan kesehatan di bidang medis dipadu dengan pelayanan tradisional. Diantaranya meliputi obat-obatan herbal, pijat dan konsultasi kesehatan.
Jamu maupun obat-obatan tersebut merupakan produk masyarakat Bantul. Produksinya dilakukan setelah melalui penelitian dari Dinas Kesehatan. Selain itu juga melibatkan perguruan tinggi yaitu UGM Yogyakarta sebagai pendampingnya.
“Layanan ini mempergunakan anggaran dana keistimewaan DIY. Tujuannya untuk penigkatan pelayanan medis kepada masyarakat agar lebih puas dan mandiri menjaga kesehatan mereka,” kata Agus.
Sementara itu, Pjs Bupati Bantul, Budi Wibowo SH dalam sambutannya mengatakan, dengan layanan kesehatan tradisional juga diharapkan bisa membuka peluang yang baik bagi masyarakat untuk berwirausaha.
“Masyarakat punya peluang usaha berbudidaya tanaman obat-obatan dan mempkoduksinya untuk pembuatan obat tradisional,” katanya. (Supardi)
