Yogyapos.com (SLEMAN) - Pertunjukan seni Gejog Lesung pimpinan Abdon Zemen menyemarakan diskusi bertajuk ‘Eksistensi dan Konsistensi Gejog Lesung dalam Budaya Agraris & Undagi Nusantara, di Sanggar Tirta Kelapa Art Space Pskem Sleman, Jum'at (23/4/2021).
Gejog Lesung merupakan permainan tradisonal yang menggunakan alat pertanian untuk memisahkan padi dari tangkai dan kulitnya. Sejatinya sudah ada di kalangan petani sebelum menjadi pertunjukan musik dalam arti sebenarnya.
Saat ini kesenian Gejog Lesung juga sering untuk mengisi waktu petani setelah seharian bekerja menumbuk padi. Sedangkan untuk permainan diperlukan sekelompok orang untuk bergantian memukul Lesung dengan menggunakan alat Alu memukulnya dari atas, samping dan tengah. Sedemikian rupa sehingga menimbulkan suara bersahut-sahutan yang berirama unik dan indah disertai tarian dengan menyanyikan tembang-tembang jawa.
Seiring perkembangan zaman alat musik kesenian yang hampir punah ini telah ditambah tidak hanya Lesung dan alu, namun dengan suling, gendang, terbang, kotekan, kempul, gong bahkan dipadukan alat musik piano dan bentuk irama pun berbeda dengan mengaresmen lagu-lagunya.
“Ke depannya Gejog Lesung akan kami kembangkan bukan berinovasi, karena inovasi membuat sesuatu yang baru. Namun kami tidak kreasi tidak merubah pakemnya tetap menggunakan Gejog Lesungnya karena merupakan ciri khas kesenian tradisional ini,” ungkap Abdon, Ketua Kendaliroso Musik Tradisional Gejog Lesung kepada yogyapos.com, seusai pentas.
Abdon mengungkapkan, Kendaliroso dibentuk bermula bersama dengan teman hanya bermain kotek-kotekan. Kemudian mencoba bermain gejog lesung yang notabene bukan dari seniman tapi petani pekerja dan sebagainya. Kendalisodo adalah Gejog Lesung yang sudah direvitalisasi, dirikan sepuluh tahun lalu. Dalam waktu singkat dari Rt, Rw, Kalurahan, Kecamatan, Kota dan sampai provinsi pada tahun 2017 mewakili kota Yogyakarta maju tingkat nasional.
“Berdirinya Kendalisodo berangkat rasa keprihatinya pada jenis musik gejog lesung yang terpinggirkan. Dan untuk lebih mengenalkan pada generasi muda dapat inspirasi gejog lesung di gabung-habungkan mencoba berkaloborasi untuk menarik serta menyenanginya melalui aresmen musik maupun lagu-lagunya,” tandas Abdon. (Agung DP)
