Yogyapos.com (BANTUL) - Gerakan Masyarakat Wirausaha (Gemawira) DIY berusaha membangkitkan wirausaha para pengurus dan angotanya serta para wanita pada umumnya, melalui keterampilan memproduksi ecoprint di masa pandemi.
“Salah satu upayanya untuk mewujudkan tekad itu, saat ini sekitar 40 wanita mengikuti kegiatanpelatihan membuat ecoprint,” kata Ketua Gemawira DIY, Ani didampingi pemandu pelatihan, Emil, kepada yogyapos.com, saat kegiatan yang berlangsung di Kedai Wawasima Jalan Puri Sewon Asri Nomor 27 Sawit Panggungharjo Sewon Bantul, Rabu (29/3/2022).
Pandemi Covid-19 diakuinya menggangu bagi wirausaha. Meski demikian Gemawira justru bekerja keras untuk bisa bangkit dan menjadi kuat di masa mendatang.
Ecoprint merupakan komoditas yang sudah ukup dikenal laku di pasaran manca negara dan dalam negeri. Gemawira melihat dan membidik peluang itu. Sehingga berupaya agar bisa membuat komoditas melalui pelatihan.
“Jika Gemawira bangkit, wanita juga bisa bangkit di duinia bisnis umumnya dan pada ecoprint khususnya. Sehingga bisa menyubangkan dalam penguatan perekonomian para wanita pada umumnya,” tambahnya.
Tentang pangsa pasar ecoprint sendiri sudah menembus mancanegara, nasional dan lokal. Namun pada umumnya konsumennya masih kalngna kelas yang berduit. Nantinya juga tidak menutup kemungkinan akan merambah ke yang lebih luas.
Tentang harga kain ecoprint tergantung pada jenis dan kualitasnya. Pada umumnya juga bisa berkisar Rp 150 hingga Rp 600 per potong (lembar).
Upaya lain yang akan dilakukan Gemawira DIY untuk membangkitkan ekonomi para wanita yaitu menggiatkan kembali pelatihan terkait dengan wirausaha.
Pada kesempatan sama, sejumlah perserta menuturkan, mengikuti pelatihan membuat kain ecoprint mengasyikan, bertambah keterampilan dan wawasan bahkan merupakan sarana hiburan tersendiri. (Supardi)
