Yogyapos.com (SLEMAN) - Menuju Pilkada 2020, DPD Partai Golkar Sleman berhasil menjaring bakal calon (balon) Bupati/Wakil Bupati. Mereka bukan hanya dari internal partai saja, tetapi juga dari luar partai dan non partai.
“Suda ada 7 orang yang mengembalikan formulir. Ini artinya ketujuh orang inilah yang segera kami proses lebih lanjut sesuai juklak yang ada,” ungkap Sekretaris DPD Partai Golkar Sleman, Ali Syahdan kepada yogyapos.com, Sabtu (8/2/2020) lalu.
Ali menyatakan, hari Sabtu sore itu memang merupakan batas akhir pengembalian formulir pendaftaran. Ternyata pendaftarnya mencapai 7 orang, masing-masing Dr Najib Gisymar SH MHum (non partai), Amin Purnama SH (non partai), Reno Sangaji (Kades Condongcatur), Hj Sri Muslimatun (Wakil Bupati Sleman), Janu Ismadi SE (Ketua Golkar Sleman), Danang Wicaksono (Gerindra) dan Sadar Narima SAg SH (Ketua PAN Sleman).
Berbeda dengan sejumlah parpol, DPD Golkar Sleman melakukan sistem penjaringan secara terbuka. Hal ini dilakukan agar sanggup mengakomodasi semua potensi setiap orang yang berkeinginan ikut dalam kontestasi Pilkada 2020.
Tentang siapa nanti yang bakal terpilih, itu tergantung dari proses dan mekanisme berikutnya. Semua balon memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk menunjukan potensinya. Segera setelah ini, balon-balon tersebut akan disosialisasikan ke seluruh pengurus sesuai struktur partai, dari tingkat desa hingga kabupaten dan dilanjutkan ke DPD Provinsi.
“Pada tahap sosialisasi itulah kami akan bisa lebih melihat siapa diantara mereka yang memiliki potensi tinggi untuk dicalonkan sebagai calon bupati dan wakil bupati oleh Golkar. Harapan kami semua balon bisa melakukan komunikasi yang signifikan dengan sumua elemen Golkar,” ujarnya.
Ali menyatakan dalam proses politik menuju Pilkada 2020, pihaknya telah melakukan komunikasi politik dengan parpo-parpol yang ada maupun tidak memiliki wakilnya di legislatif. Komunikasi yang terbilang intensif adalah dengan PKB dan PKS, termasuk keberadaannya di koalisi Santun Bersatu yang telah terbentuk sejak beberapa bulan lalu.
Intinya komunikasi dilakukan dengan semua parpol dan elemen yang ada di Sleman. “Kursi kami sebanyak 11 di legislatif, sebenarnya sudah memenuhi persyaratan untuk mengusung calon bupati/wakil bupati sendiri. Tapi mengikuti dinamika yang ada, maka tak ada salahnya tetap berusaha membangun koalisi melalui komunikasi dengan semua parpol,” paparnya seraya memungkasi, bahwa secara efektif hasil penjaringan akan dikirimkan ke DPP untuk memperoleh SK Penetapan yang diperkirakan terbit pada akhir Maret atau awal April 2020. (Met)
