Yogyapos.com (BANTUL) - Sejalan dengan sikap politik pucuk pimpinan DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DIY, Gerakan Pemuda Kabah (GPK) Bantul juga menyatakan hal yang sama. Yakni mendukung dan berupaya maksimal untuk memenangkan pasangan balon Bupati-Wakil Bupati Drs H Suharsono dan Drs H Totok Sudarto dalam Pilkada Bantul yang akan dihelat pada 9 Desember 2020.
Penegasan ini disampaikan Ketua Pimpinan Cabang GPK Bantul, Inung Nurzani Ssos kepada yogyapos.com, Kamis (23/7/2020) petang. Sikap GPK sebagai sayap organisasi PPP ini seiring sejalan dengan induknya, sehingga semakin memperkuat dukungan bagi pasangan No-to.
“Ini kami ujud soliditas setelah melalui berbagai pertimbangan akhirnya mengerucut dan secara bulat mendukung Noto. Konsekwensinya adalah totalitas menjadi keninscayaan,” tegasnya.
GPK, papar Inung, tentu saja membawa ‘gerbong’ laskar-laskarnya yang selama ini militan dalam soal kepatuhan terhadap sikap pimpinan atau induk organisasi yaitu GPK. Mereka tersebar di semua kecamatan, kelurahan hingga dusun-dusun.
“Dan Pilkada kali ini juga menjadi ajang konsolidasi internal untuk menyongsong sukses sikap politik saat Pemilu 2024 nanti,” tukas Komandan yang murah senyum ini.
Diakui, visi maupun misi paslon No-To memang sejalan dengan program PPP ke depan. Periode pertama Suharsono sebagai bupati, sangat perlu dilanjutkan pada periode berikutnya. “Masih ada program yang belum tuntas, maka sangat perlu didukung Pak Suharsono menjadi bupati lagi untuk menuntaskannya. Mengabdi, melayani, serta mensejahterakan masyarakat Bantul secara maksimal,” harap Inung.
Dari hitungan di atas kertas, soliditas sikap politi GPK dan PPP Bantul sangat sanggup mendulang suara yang signifikan untuk melancarkan No-To menjadi Bupati dan wakil Bupati Bantul periode 2020-2025. Kalkukasinya, perolehan suara PPP saat pemilu 2019 tembus sekitar 30.000. Sehingga dengan adanya konsolidasi dan soliditas pada momentum Pilkada 2020 nanti, estimasinya bisa tembus 40.000 suara. (Met)
