Halal bi Halal Warga Jatimulyo Baru Dihadiri Mantri Pamong Praja Tegalrejo dan Lurah Kricak

share on:
Drs Sunarko, Ketua RW 06 Jatimulyo Baru saat memberikan sambutan Halal bi Halal warga, Sabtu (6/5/2023) malam || YP-Ismet NM Haris

Yogyapos.com (YOGYA) – Tepat setengah bulan pasca Idulfirti 1444 H, warga RW 06 Perumahan Jatimulyo Baru, Kalurahan Kricak, Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta menggelar Halal bi Halal, di Eks Lapangan Bulutangkis setempat, Sabtu (6/5/2023) malam.

Seperti acara yang sama beberapa tahun sebelum Covid-19, Halal bi Halal kali ini dihadiri hampir seluruh warga tua dan muda, bahkan anak-anak maupun balita. Mereka menampakkan wajah ceria sejak awal kehadiran hingga akhir acara yang ditandai dengan bersalaman saling memaafkan atas kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja.

Pembacaan Ikrar Syawal dipimpin Ketua RW didampingi masing-masing Ketua RT dan diikuti hadirin || YP-Ismet NM Haris

Secara administratif RW 06 Jatimulyo Baru terbagi empat wilayah yaitu RT 25, 26, 27 dan 28. Adapun tradisi pelaksanaan Halal bi Halal tingkat RW dilakukan bergilir antar RT cq Ketua RT selaku penanggung jawabnya, dan kali ini dipandegani oleh Ketua RT 27, Kumoro.

“Kami menghaturkan terimakasih atas kehadiran bapak, ibu dan sederek semuanya di acara malam ini. Mohon maaf jika dalam pelaksanaan masih ada kekurangan,” ujar Ketua RT 27 sekaligus Ketua Panitia Kumoro dalam sambutan singkat acara yang dihadiri Mantri Pamong Praja Kemantren Tegalrejo Drs Antariksa Agus Purnama MSi dan Lurah Kricak May Christianti SH.

Saling memaafkan antarwarga di penghujung acara || YP-Ismet NM Haris 

Ucapan terimakasih kepada hadirin juga disampaikan Ketua RW 06 Drs Sunarko, bahwa berkat guyub warga maka Halal bi Halal dapat terselenggara berkat kerjasama mereka walau sejak siang cuaca di langit Jatimulyo Baru ‘berpayung’ mendung, bahkan sore sebelumnya sempat turun hujan.

“Alhamdulillah acara malam ini terselenggara, tentu semua ini atas gotong royong. Hal ini patut disyukuri. Ikan kecil masih ada dagingnya, kerbau gemuk pun masih ada tulangnya,” tukas Sunarko mengibaratkan peran serta warga dalam gotong royong, termasuk dalam pelaksanaan Halal bi Halal.

Mantri Pamong Praja Kemantren Tegalrejo, Drs Antarika Purnama MSi saat memberikan sambutan || YPIsmet NM Haris

Ia mengungkapkan selama ini gotong royong di wilayahnya berjalan baik. Sehingga melalui Halal bi Halal diharapkan dapat lebih meningkatkan kebersamaan dan kekeluargaan.

Usai memberikan sambutan, Sunarko selanjutnya memimpin membacakan Ikrar Syawalan didampingi masing-masing ketua RT dan diikuti oleh seluruh hadirin sembari berdiri.

Sementara itu, Pamong Mantri Praja Kemantren Tegalrejo Drs Antarikas Agus Purnama MSi menyambut baik Halal bi Halal karena terkandung didalamnya saling memaafkan.

Ustad Fakhrudin saat menyampaikan hikmah Syawalan| YP-Ismet NM Haris

Ia antara lain menegaskan, suasana saling memaafkan ini penting demi persatuan, apalagi kini memasuki tahun politik dimana tahapan awal pendaftaran anggota legislatif sudah berlangsung sejak beberapa hari lalu.

Ia mengaku Pemerintah Kota selama ini banyak terbantu oleh RW maupun RT termasuk dalam tahun politik sekarang, dan Halal bi Halal termasuk salah satunya yang ikut membantu mengkondisikan keadaan agar guyub.

“Oleh karenanya tetap jaga persatuan. Walau beda pilihan tapi tetap kompak dan guyub. Jangan putus silaturahmi, ikuti semua mekanisme demokrasi sampai akhir,” imbaunya.

Tentang pentingnya guyub rukun ini juga diamini Ustad Fakhrudin saat menyampaikan Hikmah Syawalan. Sebab bukan saja di tahun politik sekarang tetapi sejak 2019 terjadi ‘keterbelahan’ (polarisasi) di tengah masyarakat akibat ekses yang dimainkan para elit politik.

 Suasana hadirin menyimak sambutan-sambutan dan Hikmah Syawalan || YP-Ismet NM Harfis

“Penyebutan Kampret dan Cebong tidak bisa hilang begitu saja. Jika kita tidak memahami tentang siapa diri kita maka hal itu akan terus berlanjut,” sela Ustad yang juga pernah menjadi Sholat Khotib Idulfitri 1444 H baru lalu di Open Speace Perum Jatimulyo Baru.

Itu sebabnya, Ustad Fakhrudin mengingatkan Halal bi Halal bisa dijadikan momentum saling mawas diri. Bukan saja lita’arofu (saling mengenal) fisik saja, tetapi juga sampai ke hati. “Saling memaafkan bukan hanya secara fisik mengucap maaf, tapi sampai hati benar-benar untuk beroleh fitrah seperti bayi yang baru lahir, kullu mauludin yuladu alal fitrah,” tandasnya mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim. (Met)  

 

Album Halal bi Halal 1444 H Warga Jatimulyo Baru:

 

 

 

 

 

 


share on: