Harga Beras di Bantul Mengalami Kenaikan Rp 1.500-Rp 2.500 Per Kilogram

share on:
Perdagangan beras di pasar tradisional Bantul || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL)  - Harga beras di pasar tradsional di wilayah Bantul mengalami kenaikan Rp 1.500 hingga Rp 2.500 per kilogram. Namun keuntungan  para pedagang eceran tetap stabil dan tidak bertambah.

Keadaan seperti itu sebagaimana dituturkan sejumlah pedagang di Pasar Imogiri, Niten dan Barongan Bantul.

Menurut pedagang di Imogiri, Titi Wahyuni (48) dan Giyah (62), beras kualitas medium yang semula harga jualnya Rp 11.000 per kg naik menjadi Rp1.500 per kg. Sedangkan yang jenis mutu bagus dari Rp 12.000 setiap kilogramnya naik harganya menjadi Rp 14.000 per kilogram.

“Selama sekitar dua minggu terakhir memang harga beras tinggi. Namun kami para pedagang eceran keuntungannya stabil. Penyebabnya jumlah dagangan yang kami miliki stabil dan terbatas yaitu rata-rata 2 hingga 4 kwintal,” tuturnya.

BACA JUGA: Upacara Hari Jadi ke-77 Margoagung Dihadiri Bupati dan Panewu, Peserta Mengenaka

BACA JUGA: Kapolda DIY Pimpin Rembuk Omah Jaga Warga di Kalurahan Timbulharjo

Dijelaskan, itupun merupakan komoditas yang kulakannya setelah harganya mengalami kenaikan. Namun para pedahang grosir mungkin memperoleh keuntungan lumayan karena saat harga masih stabil sebinggga mereka susah mempunyai stok yang cukup.

“Banyak diantara pedagang eceran yang kini mendatangkan komoditas dagangannya saat harga sudah naik sehingga masih kurang beruntung,” ungkapnya.

Sementara Jumiasih (60) pedagang di Pasar Barongan, menuturkan, kenaikan harga kali ini diperkirakan bukan bertepatan saat musim panen namun sebagian petani menanan polowijo karena musim kemarau. (Spd)

 


share on: