Yogyapos.com (BANTUL) - Harga cabai rawit ditingkat petani kini cukup ‘pedas’ yakni tembus Rp 50 ribu perkilogramnya. Sedangkan harga cabai merah besar jenis imperial masih bertahan dalam kisaran Rp 15 ribu perkilogramnya.
Kenaikan harga cabai rawit ditingkat petani diduga kuat karena bersamaan dengan musim hujan dan petani mulai mengganti tanaman cabai dengan tanaman sayuran atau padi.
Salah satu petani di lahan pasir Pantai Samas, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, Sancoko mengatakan petani yang saat ini masih menanam cabai jumlahnya bisa dihitung jari dan memilih untuk menanami lahannya dengan tanaman sayuran untuk persiapan tanaman bawang merah pada masa tanam pertama atau MT 1.
“Karena petani yang menanam cabai khususnya jenis rawit terbatas sehingg pasokan juga tak banyak yang otomatis berdampak pada harga cabai rawit yang melonjak ditingkat petani,” ujarnya, Minggu (4/12/2021).
Para petani saat ini juga tidak melelang hasil panen cabai karena jumlahnya panennya tak banyak sehingga langsung dijual kepada pedagang sayuran yang sudah menjadi langganan.
“Sudah satu pekan terakhir ini tidak ada lelang cabai karena panennya jumlahnya terbatas dan biasanya dijual langsung kepada pedagang langganan,” ungkapnya.
“Kalau untuk cabai rawit sekali petik dapat 10 kilogramnya saja sudah banyak. Uang yang didapat juga lumayan banyak karena harnya melambung sampai Rp 50 ribu perkilogramnya,” tambahnya lagi.
Petani lahan pasir lainnya, Yuni mengatakan setiap musim penghujan dipastikan harga komoditas cabai mengalami lonjakan signifikan apalagi menjelang libur Natal dan Tahun Baru permintaan pasar juga meningkat.
“Karena permintaan pasar meningkat, sementara pasokan terbatas akibatnya harga cabai melonjak tajam. Kalau tingkat petani saja berani membeli Rp 50 ribu perkilogramnya maka harga cabai rawit ketika sudah sampai di pasar bisa diatas Rp 60 ribu perkilogramnya,” ungkapnya.
Tanaman cabai off season yang dirintis oleh Forum Komunikasi Petani Ngrembaka Nir Sambikala saat ini usianya juga baru satu bulan dan diperkirakan baru akan berbuah pada akhir bulan Januari 2022 yang akan datang.
“Saya optimis harga cabai rawit pada bulan Januari juga masih tinggi, sebab masih berlangsung musim penghujan bahkan menjelang puncak musim hujan. Petani lainnya tak lagi menanam cabai,” ujarnya. (*)
