Harga Cabe Anjlok, Komisi B DPRD Bantul Ketuk Kepedulian Pemkab

share on:
Ketua dan Anggota Komisi B DPRD Bantul berempati terhadap nasib petani cabe mengunjungi dan berdialog langsung dengan petani || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Di masa pandemi harga cabe hasil panen para petani malah anjlok, sekitar Rp 2.500 hingga Rp 4.000 per kg. Hal ini menyita perhatian dan keprihatinan Komisi B DPRD Bantul yang juga membidangi pertanian.

Atas keprihatinan tersebut, Komisi B DPRD bantul melakukan kunjungan kerja ke petani dan mengharapkan ada kepedulian Pemerintah untuk mengambil langkah solusinya. 

“Hasil sidak kami bahwa berdasarkan keterangan para petani di Tirtoargo Kapanewon Kretek, mereka enggan memanen cabenya. Ini sebabnya adalah harga cabe sangat murah. Biaya tenaga memanen mencapai Rp 70.000 per orang per hari,” kata Ketua Komisi B DPRD  Bantul  Wildan Nafis, saat sidak, Rabu (25/8/2021) siang.

Dijelaskan, upah tenaga memanen yang harus ditanggung petani justru lebih tinggi ketimbang harga hasil jual hasil panen. Maka banyak petani yang terpaksa membiarkan tanaman cabe menjadi kering di lahan dan nantinya dicabu, kemudian dibakar saat batang pohonnya sudah kering. 

“Kami mengharapkan agar pemerintah peduli mencari jalan keluarnya agar petani tidak rugi. Misal membeli hasil panen atau memberikan bantuan modal dan bibitnya,” demikian anggota Komisi B DPRD Bantul, Heru Sudibyo yang dibenarkan anggota lainnya Aryunadi, Yiniastuti, Jumirin dan Mahmudin. 

Sementara itu, Sulasmini (42) dan Jumirah (60) selaku petani, membenarkan diperlukannya bantuan aga petani bisa bernafas lega karena tidak terlalu merugi.

“Mudah-mudahan ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten. Itu harapan kami para petani cabe di sini,” tukas Sulasmini.  (Supardi)

 

 

 

 

 


share on: