Harga Jual Rendah, Petani Sayur di Bantul Merugi

share on:
Salah satu petani di Imogiri tampak tetap istiqomah melakukan pekerjaannya walau harga jual sayur rendah || YP/Daru WS

Yogyapos.com (BANTUL) - Para petani sayur di Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul kondisinya cukup memprihatinkan gara-gara harga jual rendah. Pada musim panen raya baru-baru ini, para petani sayur sawi tak sanggup menutup ongkos biaya produksi, mulai dari menyiapkan lahan pembelian bibit, pupuk, obat-obatan hingga biaya pengairan lahan sayur slada.

Salah satu petani sayur sawi Mbah Bakir (74) mengaku harga jual sayur sawi ditingkat petani kepada pengepul saat ini hanya dihargai Rp 2.500 per kilogramnya. Harga tersebut sangat rendah serta tidak cukup untuk menutup biaya tanam dan perawatan selama 40 hari.

“Ya petani sayur disini merugi karena harga jatuh dan tidak mampu menutup biaya tanam,” katanya, Minggu (15/12).

Menurutnya, ongkos yang dikeluarkan cukup banyak adalah biaya untuk pangairan lahan sayur karena saat ini musim kemarau sehingga harus membeli air untuk penyiraman.

Harga air pun terbilang tidak murah, untuk satu jam pengairan dengan pompa sebanyak Rp 25 ribu. Dengan lahan seluas 2.500 meter butuh 2 jam dalam sekali penyiraman.

“Jadi untuk membeli air saja Rp 50 ribu selama 2 jam dan harus menyiram sebanyak 20 kali sebelum masa panen,” katanya.

Kalau ditambah biaya pengolahan tanah, pupuk hingga tenaga maka sama sekali tidak menutup.

Petani sayur sawi lainnya, Muginem (75) mengamini apa yang dikatakan Mbah Bakir. Ia mengaku menanam sayur sawi bersamaan dengan musim kemarau maka ongkos untuk penyiraman air menjadi mahal. Disisi lain harga panen sayur sawi saat ini sedang jatuh harganya.

“Kalau hitungan jelas rugi, namun mau bagaimana lagi,” ungkapnya pasrah.

Kondisi demikian tentu saja layak menjadi perhatian pihak-pihak terkait dengan tata niaga sayur maupun perkebunan dan pertanian pada umumnya. (Dws)

 


share on: