Harga Sembako Fluktuatif, Heru Sudibyo Usulkan Perbanyak Proyek Padat Karya

share on:
Suasana lengang transaksi || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diputuskan pemerintah, mempengaruhi bisnis sembilan bahan pokok (sembako) di Kabupaten Bantul. Akibatnya daya beli konsumen melemah. Peredaran komoditas ini pun menurun, sedangkan harga-harga cenderung mengalami kenaikan meski fluktuatif.

“Situasi bisnis sembako khususnya tentang harga fluktuatif atau naik turun. Namun secara umum nasih terkondisi. Suplai sembako dari para suplaiyer normal dan lancar. Volume pembelian konsumen disesaikan dengan daya belinya,” kata Lurah Pasar Niten Bantul, M Irfan Wijaya kepada yogyapos.com, Rabu (14/9/2022).

Irfan mencontohkan, kenaikan harga telur dan daging ayam potong di pasar justru juga dipengaruhi oleh adanya pencairan bantuan PKH. Ketika itu bisa dicairkan, terjadi kenaikan harga berbagai kebutuhan kerena daya beli konsumen membaik dan harga komoditas di pasaran naik pula.

Sementara itu pedagang di Pasar Niten, Sukarsih (53) dan Daliman (60) pedagang di Imogiri, menuturkan harga sembako yang berubah-ubah dan naik dibandingkan sebelum kenaikan harga BBM tetutama telur, daging ayam potong dan minyak goreng.

“Pagi hari ini harga telur Rp 28 000 per kilogram sebelum harga BBM naik rata-rata hanya Rp 23.000 per kilogram. Minyak goreng tanpa merk (curah sawit) Rp 12.500 per liter dari sebelumnya Rp 11.000 per liter. Sedangkan harga daging ayam potong dari 30.000 per kilogram naik menjadi Rp 32.000 per kilogram,” ungkap Sukarsih.

Dikatakan, kini harga beras kualitas medium pada umumnya Rp 9.500 hingga Rp 10.500 per kilogram. Tepung terigu Rp 11.500 hingga Rp 12.500 per kg. Telur ayam kampung (lokal jawa) Rp 2.500 per butir. Ikan asin gembung Rp 60.000 per kilogram. Daging sapi harganya Rp 130.000 per kilogram.

“Harga memang naik turun dan tak menentu serta tergantung dengan situasi dan kondisi di pasaran. Tetapi persediaan para pedagang masih mencukupi. Pasokan ke pedagang juga masih normal dan lancar,” kata Daliman.

Menurut Kepala Dinas UKM dan Perindustrian Bantul, Agus Sulistiyono, Pemkab Bantul akan mengambil langkah solusi untuk imbangan meringankan masyarakat. Dalam waktu dekat Bapak Bupati Bantul akan melakukan rapat koordinasi untuk membahas menentukan langkahnya.       

“Saya juga telah memperoleh undangan. Kemungkinan yang akan ditempuh antara lain melakukan operasi pasar (OP)dan memberikan bantuan kepada UMK ataupun masyarakat kecil,” kata Agus.

Pada kesempatan terpisah Anggota Komisi B DPRD Bantul yang juga membidangi perdagangan, Drs H Heru Sudibyo MM, terkait dengan itu berpendapat, dengan adanya kenaikan harga BBM faktanya menjadikan pendapatan masyarakat kecil menurun dan pengeluaran bertambah.

“Contohnya tukang batu lepas upahnya Rp 120.000 per hari kerja. Ini pun jika ia bekerja. Ia untuk berangkat dan pulang  kerja harus mengeluarkan biaya transport lebih besar demikaian pula dalam hal membeli kebutuhan sehari-hari atau sembako. Biaya sosial yang harus ditanggungnya  juga bertambah tinggi. Ini juga telah beberapa warga yang curhat kepada saya,” kata Heru.

Dikatakan, adanya OP dan BLT bagi mereka masyarakat kecil memang diperkukan. Tetapi itu kurang efektif dan kurang mendidik untuk memberikan solusi. Yang paling efektif sebagai solusi dan mendidik adalah memberikan pendampingan usaha dan perbanyak program padat karya.

“Pendampingan itu misalnyanm kepada kelompok kerja diantaranha kelompok tani dan hom industri (UMK). Ini meliputi permodalan, sdm bidang produksi dan pemasaran. Ini dapat menguatkan usaha dan ekonomi masyarakat yang akhirnya pendapatan dan daya beli mereka menguat serta tidak terlalu terimbas,” tandas Heru.

Menurutnya, dengan padat karya masyarakat sekitar lokasi bisa bekerja dan tidak harus mengeluarkan biaya transportasi yang tinggi bahkan tidak sama sekali. Hasil padat karya misaklknyan berupa bangket sungai dapat melancarkan irigasi yang bisa dinikmati langsung oleh kelompok tani. Jika melalui BLT itu sifatnya hanya konsumtif dan kurang mendidik masyarakat.

“Maka saya akan terus mendampingi dan berupaya agar penmerintah melakukan pendampingan kepada usaha masyarakat kecil,” pungkas Heru. (Spd)

 


share on: