Yogyapos.com (BANTUL) - Klaster Covid-19 di Kabupaten Bantul sulit dipantau dan banyak warga yang beraktivitas kurang mematuhi protokoler kesehatan. Sehingga orang yang terpapar virus tersebut diprediksi cenderung meningkat.
Ketua Gugus penanggulangan Covid-19 Bantul, Helmi Jamharis menyatakan hal itu menjawab yogyapos.com, di sela-sela usai mengikuti pelantikan lurah hasil Pilur 2020, di Pemkab Bantul,
Disebutkan, pada sekitar 13 hari yang lalu jumlah penderita Covid-19 di Bantul mencapai 421 orang. Akhir-akhir ini ada trend naik sekitar 100 orang kenaikannya. Data ini hanya perkiraan berdasarkan analisa atau pengamatan. Karena claster yang terjadi di Bantul seperti apa dan dimana saja sulit diketahui. Padahal sebelumnya bisa terpantau.
Kondisi yang ada, semua rumah sakit rujukan sudah penuh dihuni pasien Covid-19. Sehingga Pemkab Bantul sudah mendirikan selter sebagai solusi untuk menanganinya. Pengetatan penerapan protokoler kesehatan yang disesuaikan dengan ketentuan dari Pemerintah DIY juga telah dilakukan.
“Data tentang jumlah penderita Covid-19 sebanyak itu tetap akan kami sikapi secara proaktif,” tambahnya.
Ia juga menuturkan, upaya antisipasif yang telah dilakukan dengan cara mendirikan selter-selter. Diantaranya di Bambanglipiro dan eks RS Parmasuri di Panggungharjo, Sewon.
Dengan adanya langkah itu diharapkan bisa menekan perkembagan angka penderita. Diharapkan penerapan protokoler kesehatan juga semakin ditaati oleh semua pihak.
“Kami sudah memperketat juga protokoler kesehatan kepada wisatawan yang datang berkenaan libur Nataru (Natal 2020 dan Tahun Baru 2021),” ujarnya. (Supardi)
