Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemerintah Kalurahan Sendangadi akan merayakan puncak peringatan Hari Jadi ke-77 dengan, pada Minggu (27/4/2025) sore.
Sebanyak 14 Kendi yang berisi air suci yang dari Sendang Sari Jongke akan diarak menuju Kalurahan Sendangadi. Kegiatan tersebut dirangkai dengan upacara dan kirab budaya yang dimulai dari Joglo Sendangadi menuju Kalurahan Sendangadi.
BACA JUGA: Korupsi di Lapas Cebongan, Michael Raditya Praja Divonis 7 Tahun & Denda Rp 300 Juta
Carik Sendangadi Parjiyono SSos, menyampaikan Teknis Pelaksanaan Kirab. Seluruh peserta kirab stand by di area start Jongke Lor sebelum acara dimulai maksimal pada pukul 12.00 WIB. Sebelum upacara resmi akan diadakan prosesi pengambilan air dari Sendang Sari Jongke diikuti oleh semua bregada.
BACA JUGA: Peredaran Upal Merambah Yogya dan Sleman, 5 Pelaku Ditangkap
"Setelah prosesi pengambilan air dari sendang akan kemudian dilanjutkan acara resmi yakni, Upacara Ridumadosipun Kalurahan Sendangadi akan dipimpin oleh Manggala Yudha seluruh peserta wajib mengikuti,” ungkap Parjiyono dalam koordinasi peliputan kegiatan puncak hari jadi Sendangadi, di Aula Prawiro Sudiyono, Kalurahan Sendangadi, Jumat (25/4/2025).
BACA JUGA: Broker Ganja dari Muara Enim Diringkus di Stasiun Tugu, BB 805 Gram
Ia menjelaskan, selesai pelaksanaan upacara, untuk Dukuh, Pembawa Panji dan Pembawa Tombak kembali ke masing-masing bregada. Sedangkan untuk urutan bregada dari lokasi upacara di depan Joglo Sendangadi dalam perjalanan kirab menuju Lapangan Sendangadi dimulai Bregada Jongke Lor pembawa Genthong, di belakangnya Bregada Mlati Beningan pembawa Gunungan.
BACA JUGA: LBH Nusa Menempati Kantor Baru di Jalan Kabupaten Nomor 99 Sleman
Kemudian untuk urutan keluar selanjutnya bregada dari sisi timur Joglo yakni Brega da Mlati Dukuh, Bregada Nganti, Bregada Mraen, dan Bregada Karanggeneng. Kemudiam Bregada Banaran, Mulungan Wetan, Mlati Glondong, Jatirejo, Jongke Kidul, Jomblang, Jaten dan Duwet.
Diharapkan pada pukul semua Bregada sudah mulai masuk di lapangan Sendangadi melalui pintu masuk sebelah selatan lapangan.
BACA JUGA: Lurah Trihanggo dan Pengusaha Hiburan Malam Ditahan, Ini Penyebabnya
"Setelah upacara dinyatakan selesai dan gunungan boleh untuk dibagikan dan diperkenankan bagi peserta maupun penonton untuk merayah gunungan dibawa kerumah masing-masing," kata Parjiyono. (Agn)
