Yogyapos.com (SOLOK) - Himpunan Wanita Karya (HWK) Provinsi Sumatera Barat kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya dalam membantu korban bencana alam di Sumatera Barat.
BACA JUGA: Naura Bahri Siap Jadi Ikon Gen Z Multitalenta Indonesia 2026
Aksi kemanusiaan itu diwujudkan melalui kegiatan melaksanakan amanah donasi dari DPP HWK, DPD HWK Sumatera Selatan, Alumni AG SMANTA Palembang, serta para donatur perorangan. Mereka kemudian menyalurkan bantuan tersebut bagi para korban terdampak banjir terparah di Kabupaten Solok.
BACA JUGA: DIY Dijubeli 938.275 Unit Kendaraan, Malioboro Tetap Primadona
Rangkaian penyaluran bantuan dimulai pada 23 Desember 2025 di Kota Padang dan dikoordinir oleh Wakil Ketua HWK Sumbar, Yeni Zafitri, SE, bersama jajaran pengurus lainnya, yaitu Dian Anggraini MPd, Dra Witra Dewi MPd, Dewan Kebijakan Dra Hallen A MPd, Sasmin Nurhasmi, serta Sekretaris Rita Novita MHum. Dalam kegiatan tersebut, HWK Sumbar menyalurkan 200 pasang sandal jepit dari DPP HWK serta 50 paket baju koko dan 50 jilbab dari para donatur kepada warga terdampak banjir.
BACA JUGA: DPW IKM DIY dan PARIK PAGA Kirim Bantuan ke Sumbar
Gerakan kemanusiaan berlanjut pada Kamis (25/12) dengan menyasar Kabupaten Solok. Daerah tujuan meliputi Selayo, Koto Hilalang, Saniangbaka, Penyinggahan, dan Muaro Pingai.
Ketua DPD HWK Sumbar, Dra Zusneli Zubir MHum, berhalangan hadir karena kondisi kesehatan, sehingga penyaluran bantuan diwakili oleh jajaran pengurus, yakni Dra. Witra Dewi MPd, AKBP Dewi Sartika, dan Ibu Rina Melati.

Di lapangan, tim didampingi oleh pengurus HWK Kabupaten Solok, Viva Ria. Akses menuju lokasi menjadi tantangan tersendiri karena beberapa wilayah sulit dijangkau oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, distribusi selanjutnya dibantu oleh relawan setempat, Desvia Lestari dan Suhandrizal, yang telah mengantongi data valid korban, khususnya warga yang rumahnya tersapu banjir.
BACA JUGA: Korban Bencana Alam Sumatera 1.135 Jiwa, Pengungsi Hampir 490 Ribu
Selain menyalurkan logistik, HWK Sumbar juga melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi pascabencana, terutama di wilayah Cacang, Junjung Sirih, dan Selayo. Hasil pemantauan menunjukkan adanya pergeseran kebutuhan mendesak para korban.
Di Cacang dan Junjung Sirih, kerusakan infrastruktur tergolong sangat parah. Warga tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga mata pencaharian utama. Sawah yang sebelumnya menjadi sumber ekonomi kini berubah menjadi hamparan puing, batu besar, dan kayu gelondongan. Kondisi serupa terjadi di Selayo, di mana lahan pertanian produktif tertimbun pasir, lumpur, dan bebatuan sehingga melumpuhkan perekonomian masyarakat setempat.
BACA JUGA: 'Jogja Hanyengkuyung Sumatra' Berlangsung Sukses, Pentas Belum Berakhir Donasi Tembus Rp 836 Juta
“Alhamdulillah, untuk kebutuhan dasar seperti sembako, pakaian, dan peralatan dapur, warga sudah cukup banyak menerima bantuan. Namun, berdasarkan pantauan kami di lapangan, kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah bantuan dana tunai serta pembangunan kembali hunian tetap,” ujar perwakilan HWK Sumbar. Bantuan tersebut dinilai krusial untuk memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi warga yang harus memulai kembali dari nol.
BACA JUGA: Vonis 'Anjlok' Kasus Penipuan Penjualan Rumah, Jaksa dan Kuasa Hukum Bersikap Pikir-pikir
Kegiatan tersebut ditutup pada Jumat (26/12/2025). Penutupan ditandai dengan penyaluran bantuan kepada warga Desa Koto Hilalang, Solok, yang terdampak bencana.
Dalam misi kemanusiaan kali ini, HWK Sumbar menyerahkan berbagai perlengkapan rumah tangga, antara lain: 11 unit kompor gas lengkap siap pakai, 11 unit dispenser dan 11 unit penanak nasi (magic com), 300 pasang sandal jepit (donasi DPP HWK), 26 paket peralatan dapur (kuali, piring, sendok, cangkir, dan rantang), Perlengkapan sanitasi berupa 10 tempat penampung air (25 liter), 10 ember, dan 10 baskom besar, dan 29 unit tempat sayur dan 10 bungkus randang ubi.
BACA JUGA: Ribuan Pelayat Iringi Pemakaman Ustad Jazir, Salim A Fillah: Almarhum Tinggalkan Jejak Peradaban
HWK Sumbar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan penyaluran bantuannya. Ke depan, diharapkan perhatian masyarakat dan pemerintah dapat lebih difokuskan pada rekonstruksi hunian serta pemulihan lahan pertanian demi keberlangsungan hidup para korban dalam jangka panjang. (Muhammad Fadhli)
