Ibu-ibu Pedagang Pasar Sidoarjo Klaten Unjukrasa Tolak Kenaikan Retribusi

share on:
Pengunjukrasa mengangkat pamlet berisi ketidaksetujuannya dengan kenaikan retribusi || YP-Arifin

Yogyapos.com (KLATEN) - Sejumlah ibu-ibuPedagang Pasar Sidoarjo, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah berdemo di tengah pasar. Mereka menolak kebijakan kenaikan retribusi yang dinilai memberatkan pedagang.

“Retribusi pasar mau dinaikkan melonjak banget. Pendapatan kita berkurang dan sepi tapi dinaikkan,” ungkap Sekretaris Paguyuban Pedagang Pasar Sidoarjo, Sugiyem, pada wartawan di lokasi, Senin (13/12/2021).

Aksi unjukrasa diwarnai dengan mengangkat sejumlah pamlet berisi pesan protes di antaranya 'Bapak Ganjar Tolong Rakyatmu!' dan 'Turunkan Tipe Pasar dan Retribusi''

Sugiyem mengatakan Pasar Sidoarjo merupakan pasar tradisional yang hanya ramai sampai pukul 10.00 WIB. Pasar setelah dibangun dinaikkan ke kelas I, kemudian ke kelas II.

“Meskipun di kelas II kita masih keberatan tapi kok retribusi tetap mau dinaikkan. Kita inginnya dikembalikan ke kelas III saja,” sebut Sugiyem.

Kenaikan itu, terang Sugiyem, hanya dilakukan sepihak berdasarkan letak dan bangunan pasar. Pemkab Klaten dinilai tidak melihat kondisi pendapatan pedagang.

“Pemerintah tidak mandang sepi atau tidak, pendapatannya bagaimana. Cuma dilihat karena pinggir jalan dan pedagang banyak,” sebut Sugiyem.

Tidak itu saja, sambung Sugiyem, pedagang yang biasa membayar retribusi harian akan dijadikan bulanan. Tidak peduli pasar sepi atau tidak.

“Ini dijadikan tetap, kita tidak masuk tetap bayar. Kalau naiknya dari Rp 3.000 jadi Rp 3.500 masih kita terima, ini naik berlipat,” imbuh Sugiyem.

Seorang pedagang lainnya, Parjini, mengatakan los berukuran 2,5 X 1,5 meter tempatnya berjualan pakaian biasanya dikenai retribusi Rp 1.500 per hari atau Rp 45 ribu per bulan, lalu akan naik lebih dari dua kali lipat. “Akan naik jadi Rp 118.000 per bulan,” kata Parjini 

Sementara itu ditemui secara terpisah Kanit Intel Polsek Bayat membenarkan adanya aksi tersebut sekitar pukul 10:00.tdi pagi dengan tuntutan penolakan kenaikan retribusi pasar.dengan dihadiri kurang lebih 25 pedagang dan diterima oleh bapak Samirin selaku Lurah Pasar Sidoarjo.

Aksi dimulai spontan sekitar pukul 10.00 WIB. Pedagang memajang poster di kiosnya dan los, kemudian berkumpul di tengah pasar meneriakkan yel-yel.

Lurah Pasar, Samirin, mengatakan petugas hanya sebatas menjalankan tugas sesuai perintah atasan. Retribusi naik karena kelas pasar naik ke kelas I.

“Pasar naik ke kelas I karena jumlah pedagang memadai, luasnya memadai dan jalan provinsi. Itu belum naik karena perda (Perda 2/2021 tentang Retribusi jasa umum) baru mulai 1 Januari, kita baru sosialisasi,” terang Samirin pada wartawan di kantornya. (Arifin)

 


share on: