Yogyapos.com (YOGYAKARTA) – Pancasila sebagai ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dapat menyatukan dari Sabang sampai Meraoke, termasuk dalam hal memberikan perlindungan perempuan. Di dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 telah dijabarkan sila-silanya.
Bangsa Indonesia ini harus betul-betul hanya dengan Pancasila, NKRI kita ini masih akan utuh dari dari Sabang sampai Meraoke dari Pulau Nias sampai Pulau Rote. “Bahkan sampai dengan akhir zaman dengan dasar Pancasila,” tegas Anggota DPR/MPR RI, Drs HM Idham Samawi di sela Sosialisasi MPR RI, di The Grand Cabin Hotel Kota Yogyakarta, Minggu (9/4/2023) sore.
Pemahaman Pancasila, sebut dia, dapat diajarkan sejak dini kepada anak cucu mulai dari rumah masing-masing sehingga dapat menghafal urutan sila dalam Pancasila termasuk memahami makna serta mengamalkannya nilai-nilainya dalam kehidupan.
“Sejak dari kecil ketika di usia TK hafal urutan Pancasila, setelah mulai dewasa mencoba memahami makna dari nilai-nilai Pancasila dan diharapkan ketika nanti jadi pemimpin itu dapat mengimpementasikan nilai-nilai Pancasila, jadi dimulai dari rumah masing-masing,” tuturnya.
Semua agama mengajarkan untuk tidak melakukan tindakan kekerasan, seperti yang telah dinyatakan dalam sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dan di sila ke-dua Kemanusiaan yang Adil dan Berabab.
”Dalam sila pertama pada prinsipnya semua orang Indonesia harus ber-Tuhan, sesuai dengan agama masing-masing, semua agama di Indonesia melarang betul adanya kekerasan termasuk kepada perempuan,”ungkapnya.
Salah satu narasumber, Helga Inneke selaku Pemerhati isu Perempuan menyatakan penjelasan dalam sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika dari Idham Samawi selaku Anggota DPR/MPR RI sangat jelas dan gamblang menunjukkan tidak adanya diskriminasi peran perempuan, hak dan kewajiban dilindungi negara. Sesuai sila ke-5 Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Rakyat Indonesia.
“Kita dapat mencegah segala bentuk pelanggaran terhadap perempuan dengan menerapkan dengan sungguh-sungguh nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,”kata Helga.
Sementara itu, Ketua Perempuan Pancasila Laksita Sari Hapriyantimengatakan nilai kemanusiaan yang dijabarkan dalam Pancasila mengajarkan untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta berbuat adil terhadap sesama, termasuk hal kesetaraan gender dan penghapusan kekerasan pada perempuan.
“Tidak berlaku semena-mena terhadap orang lain terutama dengan perempuan sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan termasuk pemahaman mengenai keseteraan gender. Semoga dengan mengikuti kegiatan sosialisasi ini menjadi tambahan ilmu dan pegalaman,” ucap Laksita Sari.
Kegiatan sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika kali ini mengusung tema ‘Perlindungan Perempuan dalam Prespektif Pancasila’ diikuti ratusan peserta, dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama. (Opo)
