IDI Minta Pemerintah Jamin Tersedianya APD Tenaga Medis

share on:
Tim medis yang bertugas di RS Darurat Wisma Atlet Jakarta || YP/Ist

Yogyapos.com (JAKARTA) - Ketua Ikatan Dokter  Indonesia  (IDI), dr Daeng M Faqih SH MH, meminta pemerintah agar menjamin ketersediaan alat pelindung diri (APD) yang sesuai bagi setiap tenaga kesehatan.

Hal tersebut disampaikan melalui pernyataan bersama sejumlah organisasi profesi, menyusul meninggalnya beberapa tenaga medis akibat terpapar Corona. Selain IDI, pernyataan disepakati oleh PersatuanDokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), IkatanBidan Indonesia (IBI), danIkatan Apoteker Indoneia (IAI).

Daeng menegaskan, setiap tenaga kesehatan sangat beresiko tertular virus saat menangani pasien. Apabila sudah tertular Covid-19, maka selain akan jatuh sakit, juga menimbulkan dampak terhentinya pelayanan penanganan pasien hingga dapat menularkan pada pasien lainnya.

“Apabila permintaan APD tidak dipenuhi, maka kami meminta kepada anggota profesi untuk sementara tidak ikut melaksanakan penanganan pasien Covid-19, demi melindungi serta menjaga keselamatan rekan sejawat.” Tegas Daeng dalam pernyataan tertulis yang diperoleh yogyapos.com, Sabtu(28/3/2020).

IDI mengumumkan,sebelumnya ada enam orang dokter meninggal akibat terpapar virus Corona. Keenam dokter itu adalah drHadio Ali SpS, dr, Djoko Judodjoko SpB, dr Laurentius PSpKj. Kemudian dr Adi Mirsaputra SpTHT, dr Ucok Martin SpP, dan Prof Dr dr Bambang Sutrisna MHSc.

“Dalam kondisi wabah ini, kemungkinan setiap pasien yang diperiksa tim medis adalah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan, (PDP), atau pasien Covid-19. Jumlah tenaga kesehatan yang terjangkit Covid-19 semakin

Meningkat bahkan sebagian meninggal dunia,” ujarDaeng.

Pengurus Besar IDI, beberapa waktu lalu telah memberikan support 10 orang dokter umum dengan masa tugas satu bulan di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran. Support dimaksudkan mendukung pemerintah pusat sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19 di rumah sakit tersebut. Tim dokter di luar itu akan diturunkan pada pos-pos rumah sakit rujukan.

SementaraPresidenJokoWidodosaatmeninjauRumahSakitDaruratWismaAtlet, Kemayoran, Senin (23/3/2020)lalu menyampaikan, pemerintah sudah siap mendistribusikan 105ribu APD keseluruh rumahsakit di tanah air. Menurut presiden dari jumlah sekian itu, 45 ribu unit APD didistribusikan untuk DKI Jakarta, Bogor, danBanten.

Selanjutnya 40 ribu unit dikirim ke Jawa Barat, Jawa Tengah, JawaTimur, DI Yogyakarta, dan Bali. Sedangkan 10 ribu unit lagi didistribusikan ke provinsi di luar Jawa, serta 10 ribu unit lainnya sebagai cadangan.

Update data terakhir dilansir darihttps://covid19.idionline.org sampai berita ini diturunkan tercatat di Indonesia ada 1046 orang terkonfirmasi, 87 orang meninggal dunia. Kemudian 913 orang masih dalam perawatan, sedangkan pasien dinyatakan sembuh sebanyak 46 orang.(*/Muf)

 


share on: