Imbas Corona: Kampanye Pilkades Ditiadakan, Medsos dan WA Grup Jadi Alternatif

share on:
Sri Lestari PJ, Kades Pendowoharjo Sleman || YP/Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Status tanggap darurat DIY terkait wabah virus Corona (Covid-19) yang dituangkan dalam SK Gubernur DIY Nomor 65 Kep/2020 benar-benar telah diindahkan oleh berbagai elemen masyarakat, tak terkecuali institusi pelaksana Pilkades serentak di wilayah Sleman.

Terbukti, agenda kampanye dialogis bagi Cakades yang sedianya berlangsung pada 23-25 Maret 2020 telah dinyatakan ditiadakan. Semua Cakades

benar-benar mematuhi SK Gubernur tersebut, serta mengalihkan kampanyenya dengan melakukan pemasangan alat peraga seperti pamlet maupun banner.

“Mestinya jadwal kampanye besok, tapi demi mendukung kebijakan Pemda DIY agar ikut menekan penyebaran virus Corona, akhirnya meniadakan kampanye yang cenderung mengumpulkan massa dalam jumlah banyak,” Seri Lestari, PJ Kades Pandowoharjo kepada yogyapos.com, Senin (23/3/2020).

Terpisah, Ketua Panitia Pilkades Desa Margoagung Sayegan, Sleman, Priyo Sujono menyambut baik peniadaan kampanye karena siapa pun tak pernah tahu kapan virus Corona akan menjangkitinya. Sehingga lebih baik menjaga daripada terjangkiti.

Meski demikian, ia berharap Pilkades serentak pada 29 Maret nanti tetap dilaksanakan. Sebab kalau ditunda akan banyak hal yang harus dipertimbangkan baik untuk Cakades maupun masyarakat calon pemilihnya. “Setuju ditidakan kampanye. Kita alihkan penyampaian visi dan misi melalui pamlet saja yang mudah diketahui masyarakat,” ucapnya.

Hal yang sama disampaikan Cakades Kepuhharjo Cangkringan, Heri Suprapto bahwa terkait dengan kebijakan peniadaan kampanye dialogis maka pihaknya telah melakukan terobosan melalui WA grup dan medsos. “Kami sudah mengantisipasi, sehingga kampanye tetap dilakukan melalui jejaring WA grup yang bisa diakses oleh sekian banyak warga calon pemilih,” akunya. (Agung DP)

 

 


share on: