Yogyapos.com (YOGYA) - Tiga mahasiswa Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) tergabung dalam Tim Femora, berhasil meraih Juara III pada kategori Business Plan Competition dalam Sustainova Fest 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Mercu Buana Jakarta.
BACA JUGA: Gempar! Kejati DIY Geledah Kantor Dinas Koperasi di Jalan HOS Cokroaminoto Yogya
Tim Femora yang terdiri atas Didin Rolisteo Umbu Wulang (Akuntansi 2022), Rizki Dewi Asih (Ekonomi Pembangunan 2022), dan Eudrea Tabittha Br. Tarigan (Manajemen 2023) berhasil melaju ke babak Grand Final yang diselenggarakan di Universitas Mercu Buana, Jakarta Barat, sepekan lalu.
BACA JUGA: Dari Belgia ke Yogya, Estelle Arnould Belajar Membatik dan Memoles Keramik
Tim Femora mengangkat suatu inovasi yang dinamakan NaturiaPad, yaitu pembalut ramah lingkungan. Tim melihat bahwa pembalut sekali pakai yang digunakan oleh perempuan masih didominasi oleh material berbahan plastik yang dapat merusak lingkungan. NaturiaPad ini menggunakan serat daun nanas sebagai bahan penyerap dan bioplastik yang berasal dari singkong.
BACA JUGA: Raudi Akmal Ditahan di Wirogunan, Begini Sikap PAN Sleman
NaturiaPad dilengkapi dengan Hygienic Disposal System yang terintegrasi langsung dengan produknya. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk membungkus pembalut bekas tersebut dengan lebih higienis dan praktis sebelum dibuang.
“Dan juga kami mengintegrasikannya namanya itu ada Hygienic Disposal System. Supaya pembuangannya itu lebih higienis lagi,” ujar Eudrea melaluirilis yang diterima yogyapos.com, Jumat 26/6/2026) .
BACA JUGA: RI Berkomitmen Dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Dewi menambahkan, selain menawarkan inovasi ramah lingkungan, inovasi produk ini juga memanfaatkan dari bahan baku lokal. Perjalanan meraih prestasi tersebut tidaklah mudah. Persiapan yang dilakukan selama satu bulan ini harus diiringi dengan kesibukan menjalani perkuliahan.
BACA JUGA: Pra HANI 2026, Kepala BNNK Sleman Anjangsana ke Mantan
Namun, Tim Femora menghadapi tantangan tersebut dengan baik. Didin menjelaskan bahwa tantangan tersebut dapat dihadapi karena mereka selalu mengatur skala prioritas, menyusun timeline, komunikasi yang baik, serta komitmen untuk saling mendukung selama proses kompetisi berlangsung.
BACA JUGA: Menaker Tekankan Tata Kelola Ketenagakerjaan yang Berdampak bagi Masyarakat
Dalam proses persiapan, Tim Femora juga mendapatkan bimbingan dari salah satu dosen program studi Akuntansi, Patricia Paramitha Suci SAk MSc. Berbagai masukan dan evaluasi dari dosen telah membantu tim dalam menyempurnakan proposal serta mempersiapkan presentasi sebelum tampil di babak final. Selain itu, tim juga menyebutkan bahwa bantuan pendanaan dari UAJY juga membantu tim dalam mengikuti kompetisi tersebut hingga babak akhir.
BACA JUGA: Menteri Kependudukan Temui Kader TPK di Tamanmartani, Begini Pesannya
Bagi Tim Femora, kompetisi ini tidak hanya merupakan wadah mengembangkan kemampuan dalam menyusun Business Plan, tetapi juga mengajarkan tim untuk mengasah keterampilan kerja sama tim, komunikasi, problem solving, serta kedisiplinan.
BACA JUGA: Wamen Nezar: Literasi Digital Kini Fokus pada AI dan Perangi Hoaks
“Aku juga percaya sama kutipan dari Najwa Shihab yang pernah bilang ‘kalau misalnya mimpimu gak bisa buat kamu takut, berarti mimpimu kurang besar.’ Jadi kalau saat ini mimpimu tidak buat kamu takut berarti mimpimu itu kurang besar, jadi mimpilah setinggi langit selagi kamu punya kesempatan,” tutup Didin. (*/Red)
