Yogyapos.com (BANTUL) - Keberadaan irigasi bersih semakin diperlukan untuk upaya kelestarian alam dan meningkatkan produksivitas sektor pertanaian di Kabupaten Bantul, sehingga semua pihak diharapkan menjaga kelestarainya.
Hal itu terungkap pada Workshop Gerakan Irigasi Bersih, Peringatan Hari Ulang Tahun ke-12 Gerakan Irigasi Bersih Merti Tirta Amarta (HUT GIB-MTA) di Kalurahan Potorono Banguntapan Bantul, Selasa (3/6/2025). Kegiatan ini mengusung tema Bantul Semarak Reresik Masyarakat Apik Kaline Becik.
Panitia Penyelenggara Gerakan Irigasi Bersih Peringatan HUT ke-12 GIB-MAT, Suyitno St.MT, dalam laporannya menyatakan, untuk mewujudkan Irigasi bersih diperlukan kesadaran dan budaya pada masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai atau sembarang tempat.
"Selain itu juga perlu dibudayakan adanya gerakan menjaga kebersihan sungai dan lingkungan oleh semua lapisan masyarakat," kata Suyitno.
Pada kesempatan sama Bupati Bantul, H.Abdul Abdul Halim Muslih l, saat membuka dan memberikan sambutan menyatakan, dalam Undang Undang Dasar 1945 dapat dimaknai bahwa Irigasi tidak boleh dikuasai pihak tertentu untuk meraih keuntungan semata tanpa mempedulikan kerusakan alam.
Kirab Gerakan irigasi Bersih || YP-Supardi
"Irigasi untuk kemakmuran bersama, maka jika ada yang menerobos tanah tanpa mempedulikan aturan dapat dikategorikan sebuah pelanggaran hukum dan dapat ditindak," kata Abdul Halim.
Dikatakan, meski lahan pertanaian di Bantul lambat laun mengalami penyusutan dan kini uasnya hanya sekitar 14.000 hektar namun kelestarian irigasibersih nustru diperlukan. Disisi lain hasil panen pertanian gabah justru naik yaitu kini rata-rata 8 ton per hektar karena adanya tehnologi pertanian dengan didukung peralatan pertanain.
Pada kesempatan sama, DosenTehnik Sipil UGM Dr. Arsita Gupitakingkin menyatakan, pengelolaan GIB untuk pertanian yang berkelanjutan untuk k3mesejahtreaan masyarakat.
Seharusnya berkesinambungan ada beberapa pilar antara lain kelestarian lingkungan dan alam untuk mewujudkan ketahanan pangan.
"Pengelolaan air m untuk mengontrool sumber daya air dan meminimalisir kerusakan lingkungan (air) agar sektor pertanian untuk ketahanan pangan dapat tercapai", katanya.
Pada kesempatan sama, Pakar Tehnologi Pertanain Fakultas Tehnologi Pertanian UGM, Prof Dr Sigit Suparno Arif, menghngkapkan GIB tidak hanya di DIY saja, melainkan juga ada di sejumlah wilayah nasional termasuk di luar Jawa.
"GIB Semakin dibutuhkan untuk kemakmuran bersama dengan dikelola dan diatur dengan baik", kata Sigit.
Sementara prosesi GIB Peringatan HUT GIB-MTA ke-12 kali ini diisi dengan dua agenda pokok yaitu mapak tirta amarta di Bendung Nglaren Kali Gruwe. Selain itu dilakukan warkshop GIB dengan nara sumber Bupati Bantul H.Abdul Halim Muslih, Prof Dr Sigit Suparno Arif dan Dr Arsita Gupitakingkin.
Bupati dan rombongan kirab diiringi bregodho prajurit dari Kantor Kalurahan Potorono menuju dan membuka pintu air di Bendung Nglaren Kali Ngruwe dipimpin Abdul Halim Muslih. Setelah itu dilanjutkan warkshop GIB Peringatan HUT ke-12 GIB-MTA di Aula Kantor Kalurahan Potorono diikuti sekitar 200 petani dan warga. (Spd)
