JAGONGAN BARENG DEWATA: Warga Bantul Butuh Kesejahteraan dan Ketentraman

share on:
Sosok Dewata Eka Putera yang santun, cerdas dan visioner sangat dibutuhkan warga Bantul || YP/Ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Salah satu calon kontestan Pilbup Bantul 2020, Dewata Eka Putera (DEP) sangat cerdas dalam mengelola isu yang sedang hangat di masyarakat. Pihaknya pun memberi ruang sharing kepada publik serta rekan media, melalui program ‘Jagongan’ yang diadakan setiap Jumat, dari jam 13.00-17.00 bertempat di posko DEP Centre, Nitiprayan Homestay Ngestiharjo Kasihan Bantul.

Dan pada Jumat (11/10) ini sudah memasuki minggu ketiga program Jagongan tersebut. Sejumlah gagasan maupun ide konstruktif saling berkelindan terlontar. Menurut Dewa, begitu ia akrab disapa, acara ini untuk mendekatkan dirinya kepada publik dan insan media. Baik visi-misi dan program berkesinambungan bagi Bantul Projo Tamansari. “Dengan acara Jagongan ini saya mendapat energi tambahan dari public dan teman-teman media. Saya menjadi tahu apa yang menjadi uneg-uneg dan gagasan-gagasan mereka. Banyak sekali yang diperbincangkan. Mulai dari ekonomi kreatif, peningkatan sumber daya manusia (SDM), potensi Sumber Daya Alam (SDA), serta upaya menciptakan kesejahteraan dan ketentraman bagi warga Bantul,” jelas owner Pujha Fashion ini.

Dewa sangat concern soal hidup berkecukupan, kesejahteraan, kebahagiaan dan ketentraman bagi warga Bantul. Baginya itu adalah hal-hal primer yang layak dimiliki warga. Namun fakta di lapangan, masih jauh dari kata layak dan itu menstimulus bapak dua anak ini untuk memprioritaskan lini tersebut. “Bagi saya persoalan tersebut sangat urgensi untuk segera dibenahi. Dan ini menjadi prioritas saya jika kelak mendapat amanah memimpin Bantul,” imbuh Dewa yang telah membentuk relawan dalam wadah Sahabat Dewata dan Baladewa yang beranggotakan sekitar 250 orang.

Terkait blusukan yang telah dilakoni di 17 kecamatan, Dewata mendapat sambutan yang positif dari masyarakat. Sosoknya yang muda, cerdas, visioner, santun dan merakyat begitu tertanam di hati public. Menurutnya, politik tidak perlu saling menjelekkan. Terpenting adu gagasan, adu program dan adu visi-misi.

“Berpolitik lah yang santun dan beretika. Membangun iklim demokrasi tanpa black campaign. Masyarakat Bantul sudah cerdas dalam menentukan calon pilihan pemimpin,” pungkas Dewata yang juga didapuk sebagai Ketua IOF Pengda DIY 2019-2023. (Dol)

 

 


share on: