Jalur Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Begini Penjelasan Balai TNGM

share on:
Gunung Merapi || YP-Ilustrasi

Yogyapos.com (SLEMAN) - Kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian terkait upaya mitigasi bencana.

BACA JUGA: Pemkal Margorejo Tempel Usulkan Pembangunan Embung, Begini Tanggapan BBWS Serayu Opak

Penegasan tersebut disampaikan oleh Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (Balai TNGM), T. Heri Wibowo, S Hut M Eng, menanggapi maraknya konten di media sosial yang viral memperlihatkan aktivitas pendakian Gunung Merapi dan mengajak masyarakat, bahkan memberikan narasi adanya pembukaan pendakian.

BACA JUGA: Lantik Pengurus Perwosi dari 17 Kapanewon, Parmilah akan Hidupkan SKJ

"Kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan sejak 22 Mei 2018 berdasarkan adanya peningkatan aktivitas dari Level I (normal) ke Level Il (waspada)," ujar Heri dalam keterangan tertulis, Senin (29/6/2026).

Heri menjelaskan, penetapan peningkatan status, sesuai hasil evaluasi data pemantauan Gunung Merapi, berdasarkan Surat Kepala

BACA JUGA: Pelajaran Keamanan Pangan dari Sebuah Perjalanan Wisata

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Nomor : 271/45/BGV.KG/2018 tanggal 21 Mei 2018) pada 5 November 2020 status aktivitas Gunung Merapi ditingkatkan dari Level Il (waspada) menjadi Level Ill (siaga) sebagaimana tercantum dalam Surat Kepala PVMBG Nomor :523/45/BGV.KG/2020 tanggal 5 November 2020;

BACA JUGA: Korban Pelatihan Calon Manajer KDMP Bertambah, Gus Hilmy: Hentikan Dulu Programnya dan Investigasi

"Sehubungan dengan kenaikan status Level I ke Level 11/111 PVMBG/ BPPTKG merekomendasikan, antara lain kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana," jelasnya.

BACA JUGA: Aklamasi, Yanuar Nur Rohman Kembali Terpilih Ketua Umum KB PII Jateng 2026-2030

Rekomendasi berikutnya, pada radius 3 Km dari puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk, masyarakat yang tinggal di KRB Ill agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi, jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali, masyarakat agar tidak terpancing dengan isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau langsung ke BPPTKG.

BACA JUGA: GCP DIY Konsolidasi, Tetap Jadi Garda Terdepan Kawal Program Pemerintahan Prabowo

"Selain itu direkomendasi menyebutkan, pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi Gunung Merapi kepada masyarakat," katanya.

BACA JUGA: Menteri Jumhur Hidayat Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di Istana St James

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi terkini (19-25 Juni 2026) yang dikeluarkan oleh BPPTKG melalui surat Nomor B-157/GL.03/BGV.KG2/2026 tanggal 26 Juni 2026 menyimpulkan bahwa aktivitas Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif, dan status masih dalam tingkat Siaga. 

BACA JUGA: Kepala Dishub DIY Sowan ke Korem 072/Pmk, Ini Tujuannya

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya. Potensi bahaya saat ini berupa guguran Java dan awan panas pada sektor selatan-barat daya dan tenggara meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km dari puncak, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

BACA JUGA: UNS Tanamkan Cinta Wayang Melalui Workshop Mahabarata

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan Iontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak;

BACA JUGA: PRNU Srihardono Bergerak, Santuni Anak Yatim Piatu di Masjid Nur Hidayah Dusun Dempet

Jalur pendakian Gunung Merapi melalui New Selo sampai ke puncak Gunung Merapi meliputi,  pintu gerbang (2,3 Km), Pos I (1 Km), Pos Il (1 Km) dan Pasar Bubrah (0,7 Km), sangat membahayakan keselamatan. Terdapat beberapa jalur wisata (soft trekking) di Taman Nasional Gunung Merapi seperti di OWA Kalitalang berada pada radius 3,3 Km dari Pos IV (pos terakhir).

BACA JUGA: Bersama Mitra, LAZISNU DIY Salurkan Santunan kepada 100 Anak Yatim di Pundong

"Berkenaan dengan hal-hal tersebut di atas pendakian Gunung Merapi sampai dengan saat ini masih ditutup hingga batas waktu yang tidak dapat ditentukan, semata-mata untuk mematuhi rekomendasi dari pihak yang berwenang serta untuk menjaga keselamatan dan keamanan semua pihak," tandasnya. (*/Opo)


share on: