Jambore LJSI 2024 Kepanjen Sleman, Kontingen Malang Raih Tropi GKR Hemas

share on:
Kadispar Sleman menyerahkan Tropi GKR Hemas kepada kontingen Malang || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Jambore Light Jeep Series Indonesia (LJSI) yang digelar di dukuh Kepanjen Trimulyo Sleman DIY diharapkan mampu membantu pengembangan potensi desa. Selain mempromosikan pariwisata, kegiatan ini bisa meningkatkan membangkitkan UMKM, kuliner dan hotel serta penginapan di Sleman.

Demikian inti pesan Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Yazid SH saat menutup Jambore LJSI 2024 di dukuh Kepanjen, Minggu (29/9/2024). Turut hadir mendampingi Sekretaris Dispar Eka Priastana Putra dan Kabid Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Usaha Pariwisata Nyoman Rai Savitri. Lurah Trimulyo Cholik Harmoko dan jajaran serta personil Polsek Sleman dan Koramil Sleman juga hadir. Jambore yang digelar sejak Jumat (27/9/2024) dimaksudkan untuk memeriahkan Hari Pariwisata Sedunia 2024 sekaligus membangun sinergi dengan sejumlah stake holder kepariwisataan.

Ketua Panitia Jambore LJSI 2024 Eko Andriyanto kepada yogyapos.com menyampaikan secara keseluruhan pelaksanaan jambore berlangsung lancar. "Terima kasih pada warga Kepanjen yang mampu bersinergi dengan panitia. Kekurangan dan kelemahan adalah kewajaran, semoga bisa diperbaiki ke depan," ungkapnya.

Anggota Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) Muh Yusron Iqbal di tempat yang sama menyampaikan, jambore kali ini memiliki sejumlah keunikan dan keunggulan. "Baru kali ini jambore diadakan selama tiga hari, biasanya hanya Sabtu dan Minggu. Para peserta dalam sarasehan juga mengapresiasi pelaksanaan jambore terkait sentuhan budaya, penyambutan, konsumsi dan arena kontes jip. Meskipun kondisi cuaca yang relatif panas, secara umum pelaksanaan jambore berlangsung sukses", tandas dedengkot 4xJ Sleman yang akrab disapa Bram ini.

Penampilan peserta kontes jip Jambore LJSI 2024 || YP-Ist

Rangkaian acara diawali pementasan kesenian jatilan, Jumat (27/9/2024) malam. Berikutnya kirab budaya puja doa dipimpin R Bambang Nursinggih SSn (LKJ Sekar Pangawikan) pada Sabtu (28/9/2024) sore. Diikuti Bregada Kepanjen, seniman Sanggar Edelweiss Gandaria Bogor (pimpinan Hengky Arifin) dan sejumlah perwakilan jip. Pada malam harinya diadakan gelar seni menampilkan Sanggar Edelweiss dan pentas musik Garuda Samsara. Membawakan lagu-lagu Iwan Fals, Hery Risdianto dkk menghibur peserta jambore dengan 15 lagu.

Selama pelaksanaan jambore juga digelar Festival Kuliner yang diadakan BPPS bekerja sama dengan PPJI Sleman dan DIY. Menurut Ketua BPPS Agung Tris Sasongko, dengan menggandeng Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI), festival ini mampu meng-cover konsumsi seluruh peserta, warga dan panitia. Sedangkan Ketua PPJI Sleman Ganita Intan Kusuma menyampaikan dari 75 anggota aktif, pihaknya membuka 15 stan kuliner selama acara.

Pada Minggu (29/9/2024) pagi dilaksanakan senam bersama dan penanaman pohon secara simbolis. Bibit pohon sejumlah 1.200an merupakan bantuan Gerakan Cinta Tanah Air  (GCTA) Kota dan Kabupaten Bogor. Keterlibatan lembaga ini berkat kepedulian putra Kepanjen, Kisdianto, yang berjuang agar kampung halamannya bisa maju, berkembang dan berbudaya.

Perwakilan GCTA menyerahkan bibit pohon kepada Ketua BPPS || YP-Ist

Anggota BPPS Wahjudi Djaja memberikan catatan agar semangat swadaya warga Kepanjen bisa dimaknai secara benar. “Swadaya memang kunci pembangunan, tetapi kemudian harus dikelola dengan manajemen yang adil dan benar. Jangan sampai mengeksploitasi swadaya warga masyarakat dengan terus berjuang dan berkorban. Ini agenda penting yang sering gagal diselesaikan,” pesannya.

Kontingen Malang meraih Tropi GKR Hemas untuk peserta jembore terbanyak. Tropi diserahkan Kadispar Sleman Ishadi Yazid kepada perwakilan Malang. Dengan demikian, jambore LJSI 2025 akan dilaksanakan di Malang Jawa Timur. (Iud)

 

 

 


share on: