Yogyapos.com (BANTUL) - Dalam rangkaian Jogja Street Sclupture Project#3, panitia dibantu masyarakat menghadirkan sebuah kesenian tradisional Jathilan Klasik dari kelompok Turangga Bledhex Saputra, Sabtu (30/11) di Pantai Gumuk Pasir Bantul. Acara ini merupakan inisiatif masyarakat Dusun Grogol 10 dalam merespons sejumlah objek patung JSSP#3 yang didisplay di seputaran Gumuk Pasir.
Fathurahman selaku humas JSSP #3 menyampaikan terima kasih atas respons positif dari masyarakat Dusun Grogol yang telah menyiapkan weekend performing art dengan sangat apik.
“Jathilan merupakan kesenian tradisional Jawa yang perlu kita lestarikan bersama karena jathilan kesenian yang sangat merakyat dan hiburan masyarakat yang disenangi oleh berbagai lapisan usia. Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat, misalnya pelaku wisata dan menggerakan roda ekonomi masyarakat Dusun Grogol,” kata Fatur.
Tri Widodo, seniman jathilan mengatakan, kegiatan JSSP #3 sangat bagus karena turut serta mengedukasi masyarakat dan mengenalkan seni patung secara luas kepada publik. Menurutnya, patung-patung yang dipamerkan mengandung unsur pendidikan yang cukup tinggi dan patut diapresiasi.
Dua hari sebelumnya, pada 28 November, panitia JSSP#3 mengadakan tour kamisan 2 dengan rute Titik Nol Km dan Pantai Gumuk Pasir yang diikuti 50 peserta. Tour kamisan merupakan program gratis yang memfasilitasi masyarakat untuk berkunjung dan mendengarkan penjelasan tentang patung-patung dari seniman dan kurator.
Siti Hawa asal Bangka Belitung menuturkan, kegiatan tour kamisan seru dan menarik. Sangat bermanfaat menambah ilmu tentang patung-patung. “Di Nol Km saya suka patung spiderman kerokan dan becak yang di tengahnya ada pohon. Sementara di Gumuk Pasir tertarik pada patung egrang. Kegiatan ini sangat mendukung pariwisata karena patung yang dipamerkan sangat unik dan luar biasa,” ungkapnya. (Dol)
