Yogyapos.com (BANTUL) - Bupati Bantul Suharsono mengimbau semua ASN, mulai dari perangkat desa, guru hingga sekretaris daerah agar bersikap netral saat memasuki masa Pilkada 2020. Pihaknya tidang menginginkan kejadian 15 kepala dinas di Bantul tidak netral seperti kejadian ketika Pilkada 2015.
“Dulu ada laporan saat Pilkada ada 15 kepala dinas tidak netral dalam Pilkada, saya tidak mau itu terjadi dalam Pilkada 2020 mendatang,” katanya ditemui di Pemkab Bantul, Jumat (8/11/2019).
Pensiunan perwira menengah Polda Banten ini menjelaskan saat sudah waktunya kampanye telah tiba maka maka ASN hingga tingkat Sekda bahkan kepala desa dilarang untuk ikut kegiatan politik yang dilakukan dirinya sebagai calon bupati.
“Saya larang, jangan mengikuti saya. Cukup dengan partai dan relawan. Misalnya ada kegiatan di Kelurahan Parangtritis maka Pak Lurah saya larang ikut bergabung. Jadi saya minta agar semua netral,” ungkapnya.
Ketua DPC Partai Gerindra Bantul ini pun mengaku saat masa kampanye tiba maka tidak akan menggunakan fasilitas negara, demikian pula ketika istri ikut kampanye tidak boleh pakai mobil dinas.
"Pakai mobil pribadi saja atau pakai sepeda motor kalau punyanya sepeda motor juga gak papa,” tuturnya.
Termasuk pinjam gedung atau balai desa untuk kegiatan politik juga tidak akan dilakukan meski hal itu bisa dilakukan karena masih menjabat sebagai bupati.
“Kalau boleh disewa gedung milik desa maka lebih baik saya menyewanya saja," terangnya.
Lebih jauh Suharsono juga siap melakukan kampanye sesuai aturan mulai dari ASN, penggunaan fasilitas negara akan dipatuhi semua.
“Ya kita berkampanye sesuai dengan aturan yang ada saja. Jangan ditabrak itu aturan,” tuturnya. (Dws)
