Jelang Resesi Global, Mahasiswa ATK Siap Jadi Pekerja Mumpuni

share on:
Ketua Umum IKATEH H Widarto ST membagikan hadiah kepada peserta lomba memperingati HUT ke-48 IKATEH || YP-R Toto Sugiharto

 

Yogyapos.com (BANTUL) - Masyarakat seluruh dunia tengah memghadapi ancaman resesi ekonomi  global. Meski demikian, bagi mahasiswa diharapkan tetap optimis. Mahasiswa harus mempersiapkan diri menjadi calon tenaga kerja produktif dan mumpuni  (kompeten dan kapabel).

KetuaUmum IKATEK (Ikatan Alumni Politeknik Akademi Teknologi Kulit) Yogyakarta, H Widarto ST menyampaikan harapannya itu di tengah-tengah merayakan hari ulang tahun ke-48 IKATEK, Sabtu (29/10/2022), di Kampus ATK Jalan Ringroad Selatan Glugo Panggungharjo Sewon Bantul.

Diakui Widarto, hingga saat ini memang belum terasa dampak dari resesi ekonomi dunia. Tetapi, kelak pasti akan dirasakan bagi pelaku industri massal dan massif, seperti perusahaan garmen dan khususnya sepatu seperti dirinya. Namun, ia masih optimis mengelola dua perusahaan, tempat ia menempati posisi sebagai manajer di perusahaan sepatu olahraga di Tangerang, Banten maupun di Jepara dan Brebes, Jawa Tengah yang didirikan empat tahun lalu.

“Posisi kita sekarang menuju resesi tapi kita tetap optimis. Mahasiswa sebagai sumberdaya harus mumpuni. Dalam industri memang ada yang turun (down). Tapi, produk industri sepatu dari luar negeri pada lari ke Indonesia. Pertumbuhan pabrik sepatu bagus dan area Jateng jadi pilihan mulai empat tahun lalu,” ucapnya.

Menurut Widarto, produk pendidikan Politeknik ATK selalu terserap di setiap pos industri, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Bahkan, apabila dirata-rata, jumlah alumni Politeknik ATK yang terserap sejumlah 40 orang sekali rekrutmen. Artinya, setiap lulusan ATK bisa terserap semua.Ia mengilustrasikan perusahaan sepatu selalu mencari SDM mengingat permintaan ekspor produk dalam negeri maupun yang menggunakan brand luar negeri.

“Dari Indonesia bagus. Naker (tenaga kerja) lumayan disiplin. Target selalu tercapai. Cari SDM mudahdari Indonesia untuk tenaga operator. Supervisor juga ada dari alumni ATK,” terang manajer sebuah perusahaan sportshoes di Banten dan Jateng dengan 18 ribupe kerja ini.

Karena itu, dalam menghadapi resesi, ia mengharapkan masyarakat jangan sampai down, melainkan tetap semangat. Pengelolaan finansial juga diharapkan tetap biasa saja karena dampaknya belum dirasakan, terutama secara pribadi. Pada kasus industri, khususnya sepatu, di tengahbadai pandemi Covid-19 pihaknya justru mendapatkan dampak positif, yakni dengan meningkatnya omzet produksi dan penjualan sepatu, terutama sportshoes. Saatini dari perusahaan yang dikelolanya di Tangerang, Banten omzetnya sudah mencapai satu juta pasang sepatu setiap bulannya. (R Toto Sugiharto)

 


share on: