JELANG UN, IPNU-IPPNU Gelar Doa Bersama Memotivasi Siswa

share on:
Suasana doa bersama yang dgelar IPNU-IPPNU Pundong || YP/Markaban Anwar

Yogyapos.ccom (BANTUL) - IPNU-IPPNU Pundong menggelar do'a bersama menjelang UN (Ujian Nasional) untuk para pelajar tingkat SD/MI, SMP/MTS, SMA/Kse-Kecamatan Pundong, di gedung Madrasah Diniyah Ar-Rahmah di Dusun Nglembu, Panjangrejo, Pundong, Bantul.

Salah satu panitia, Arkan mengatakan acara ini dimaksudkan agar para pelajar yang akan menghadapi ujian nasional bisa lebih siap secara psikologis. Panitia sengaja menghadikan motivator pendidikan Gus Afrian Harmita untuk memompa semangat psikologi para siswa, dipandu oleh Romi dan Ulya.

Sementara itu Ketua panitia Yuli Dwi Cahyono mengungkapkan bahwa bentuk ikhtiar menjelang ujian nasional adalah rajin belajar. Upaya lainnya adalah do’a supaya bisa berserah atas hasil ujian dan terhindar dari kesombongan. Maka dari itu, IPNU-IPPNU Pundong memfasilitasi para pelajar di Pundong dengan menggelar do’a bersama.

Sedangkan Gus Afrian Harmita memulai acara motivasi dengan pertanyaan bagaimana seharusnya para siswa-siswi menyikapi ujian nasional yang sebentar lagi akan dihadapi.

“Poin utama adalah meminta restu dan ridlo orangtua, ketika orangtua telah mendo’akan dan memberi ridlo kepada anaknya, insyaAlloh ujian nasional yang dihadapi akan mendapat hasil yang baik,” ujar Gus Afrian

Lanjut Gus Afrian, para siswa disarankan jangan banyak bermain ponsel sampai lupa kewajiban belajar. Karena terlampau sering bermain ponsel adalah kebiasaan negatif yang tentu membuat sedih orangtua. Padahal perilaku yang menimbulkan rasa sedih orangtua adalah sesuatu yang dilarang oleh agama.

"Keberkahan seorang anak akan tertutup kalau membuat ibunya sedih. Untuk itu jelang menghadapi ujian nasional siswa-siswi mesti mengurangi bermain hape. Segera perbaiki diri dengan rajin belajar dan minta do’a pengestu supaya terbuka kembali ketika orangtua ridlo pada anak,” tuturnya.

Menurutnya, kunci kesuksesan adalah usaha dan do’a. Ikhtiar selain belajar, yaitu dengan sering mengucapkan kalimat toyibah. “Setiap selesai sholat, untuk siswa SMP/SMA/SMKharap membaca Ya Latif sebanyak 129 kali, sedangkan untuk siswa SD baca semampunya. Jangan lupa perbanyak salawat nabi, dan melakukan puasa sunat,” pungkas Gus Afrian

Acara terakhir doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Mustafied Amna MHi, saat bacaan al-Fatihah (ayat iyyakana'budu wa iyya kanasta'in dibaca sebanyak 11 kali), dilanjutkan bacaan dzikir tasbih, tahmid, takbir, sholawat, dan doa’ penutup. (Markaban Anwar)

 

 


share on: