Yogyapos.com (YOGYA) - Jogja Festivals Forum & Expo (JFFE) tahun ini akan kembali digelar. Namun, karena masih berada pada masa pandemi, kegiatan akan dilaksanakan secara hybrid pada 16-18 November 2021. Menurut rencana JFFE akan terbagi dalam beberapa kegiatan besar. Selama pelaksanaan kegiatan publik akan disuguhi kegiatan simposium, talkshow, focus group discussion, serta sharing & hearing session yang dilaksanakan secara secara hybrid. Sedangkan, kegiatan expo diselenggarakan di Plaza Ambarrukmo, Yogyakarta.
Ketua JFFE 2021, Bram Satya, mengungkapkan, penyelenggaraan JFFE 2021 bertujuan sebagai ruang temu berbagai pemangku kepentingan festival baik dari dalam maupun luar Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengidentifikasi permasalahan dan solusi atas penyelenggaraan festival. Dengan semangat penyesuaian adaptasi kebiasaan baru saat pandemi COVID-19, JFFE 2021 juga berusaha menjawab tantangan situasi sosial dan ekonomi festival saat ini.
“Di Yogya ini yang menarik adalah festival-festival didukung infrastruktur oleh penggiat di sekitarnya dari berbagai komunitas lain. Sinergi ini kami harap dapat membawa Yogya sebagai standar untuk festival pascapandemi secara nasional maupun internasional,” ujar Bram dalam kegiatan Media Gathering yang berlangsung di Nol KM Cafe, Senin (8/11/2021 ).
Selanjutnya Bram menyampaikan, Penyelenggaraan JFFE 2021 yang berlangsung di tengah pandemi COVID-19 menjadi pengingat bahwa pandemi mempengaruhi seluruh kegiatan sosial, termasuk keberlangsungan penyelenggaraan festival. Sudut pandang ini menjadi penting untuk diberikan perhatian khusus, terutama pada peningkatan kekuatan jaringan festival serta regulasi penyelenggaraan festival pascapandemi.
Bram mengingatkan, karena sebagian kegiatan berlangsung secara daring, maka Program-program JFFE 2021 dapat diakses oleh publik secara daring melalui halaman website www.jogfestforumexpo.com melalui fitur Live Now.
Sementara itu, Direktur Pelaksana Jogja Festivals Dinda Intan Pramesti Putri mengungkapkan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya selain sebagai wahana hiburan, pada sisi lain ajang Festival itu merupakan katalisator ekonomi negara, bahkan di tingkat Asia Tenggara pun sama begitu. Untuk itu, lembaga JFFE ini hendaknya mampu menjadi wadah persatuan berbagai kegiatan Festival yang bertebaran di Yogyakarta.
“Dengan bersatu, hal ini dapat menaikkan level festival dari sekadar tingkat lokal ke kancah internasional. Tentu saja ini butuh peran pemerintah, karena perlu adanya regulasi,” tandas Dinda. (*/Sulistyawan Dibyosuwarno)
