JSSP#3: 33 Karya Patung di Ruang Publik

share on:
Sekretaris Disbud DIY bersama Ketua API dan para seniman patung saat membuka acara JSSP#3 || YP/Fadholy

Yogyapos.com (YOGYA) - Perhelatan Jogja Street Sclupture Project (JSSP#3) resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY, Erlina Hidayati SIP MM didampingi oleh Ketua Asosiasi Pematung Indonesia (API), Suwarsono SSn, Minggu (17/11) sore di Monumen SO 1 Maret, Titik Nol KM.

Event yang mengusung tema Pasir Bawono Wukir ini bakal dilaksanakan dari 17 November sampai 10 Desember. Dengan spot pameran berada di tiga wilayah. Untuk display Kota Yogya akan menampilkan 12 karya yang berada di area Nol KM dan Jl Pangurakan. Sementara wilayah Sleman terdapat 8 karya yang berlokasi di Kepuharjo Cangkringan. Dan untuk di Bantul menghadirkan 13 karya yang ditempatkan di seputaran Gumuk Pasir dusun Grogol.

Sekretaris Disbud DIY dalam sambutan singkatnya yang mewakili Kadisbud DIY mengatakan, Yogya tak pernah kehabisan seniman pematung. Dan telah menjelma menjadi laboratoirum berkesenian.

“Kami mengapresiasi konsep yang diusung para kreator JSSP. Sejak pertama digelar selalu mengadakan pameran di area outdoor. Dulu JSSP yang pertama di seputaran Tugu dan Jalan Mangkubumi. Untuk yang kedua diadakan di sekitar Kotabaru. Dan yang ketiga kali ini, acara diselenggarakan di tiga wilayah (Kota, Sleman, Bantul). Upaya ini juga untuk mengenalkan seni patung kepada khalayak luas, dan menciptakan interaksi antar publik. Karya para pematung ini kami harap dapat menjembatani keterbatasan serta kepedulian dalam merespon ruang. Selamat menikmati JSPP#3,” terang Erlina Hidayati SIP MM.

Sementara itu Ketua API Suwarsono menyoroti terhadap perkembangan seniman yang bergabung di API. “Harus ada kerja sama yang nyata antar pematung dengan stakeholder terkait. Para pematung juga dituntut untuk berkontribusi menyumbangkan karya, pikiran dan tenaga. Event ini kami harap bisa merangsang para seniman dalam mengeksplorasi gagasan, material dan karakterisktik ruang. Bisa memberi harapan baru bagi dunia seni patung Indonesia,” jelas Suwarsono.

Rosanto Bima SSn selaku organizing committee menyampaikan jika JSSP#3 ini adalah proyek seni patung ruang publik yang hadir sebagai bentuk kontribusi pematung atas perkembangan dinamika ruang hidup di masyarakat. “Menjadikan Yogyakarta kota budaya yang lekat dengan seni patung. Dan mengenalkan seni patung kepada masyarakat desa. Selain pameran outdoor, kami juga menghadirkan diskusi, pameran maket, workshop, performing art dan tour JSSP,” tandas Rosanto. (Dol)

 


share on: