Jumakir: Pedagang Keliling Sekolah Perlu Perhatian

share on:
Jumakir, Anggota DPRD Bantul || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Para pedagang makanan keliling di sekolah di Bantul memerlukan perhatian oleh berbagai pihak saat wabah Covid-19 karena mereka kehilangan pekerjaan atau  menganggur.

"Diperkirakan jumlah pedagang tidak kurang ada 600-an orang. Mereka terpaksa tidak  berjualan karena sekolah diliburkan (belajar di rumah) terkait adanya virus Corona", kata Anggoa DPRD Bantul dari PPP, Jumakir saat berbincang dengan yogyapos.com, di Bantul, Sabtu (25/4/2020).

Menurutnya, para pedagang bakso penthol, cimol ataupun lainnya ini, belum terbidik oleh pihak yang peduli. Padahal mereka nyata-nyata kehilngan pekerjaan. Maka diharapkan orsng orang itu bisa dimasukan ke daftar orang yang menganggur.

"Artinya bila ada bantuan sembako dari manapun mereka juga bisa mendapatkan, Jika ada pelatihan kerja juga bisa diikutsertakan. Jika ada bantuan permodalan juga layak untuk diikutsertakan,” kata Jumakir.

Menjawab pertanyaan secara umum tentang psikologis masyarakat Bantul menghadapi dampak Covid -19, Jumakir berpendapat tingkat kepanikan mereka umumnya sudah berkurang.

Buktinya bahwa kini aktivitas di tempat tempat umum, misalnya di jalan raya sudah berangsur mulai ramai dan cenderung akan normal kembali. "Namun mereka (masyarakat) diharapkan juga harus memperhatikan soal distanzing.(protokoler) tentang pencegahan dan pemberanrasan Covid-19", katanya.

Ini harus diperhatikan, sebab bagaimanapun siapa saja bisa terkena Virus Corona. Sedangkan untuk pencehannya yang paling mudah dan praktis adalah mematuhi prorokoler yang telah ditentukan. (Supardi)

 


share on: