Yogyapos.com (SLEMAN) - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membuka Muktamar ke-6 Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII), Sabtu (16/11) siang sekitar pukul 11.30 di Sidomukti Ballroom Hotel Grand Kesisha, Gejayan Sleman.
Mengenakan kemeja batik berwarna coklat, JK nampak didampingi oleh mantan tenaga ahli Staf Kepresidenan Ali Muchtar Ngabalin serta politisi senior PAN, Totok Daryanto. Secara simbolis Jusuf Kalla bersama Ketum KBPII Nasrullah Larada memukul gong tanda dibukanya Muktamar ke-6 KBPII.
Dalam pandangannya, Jusuf Kalla menilai jika harus ada penguatan lembaga pada Pelajar Islam Indonesia (PII) sebagai induk organisasai KBPII. “Saya mendorong seluruh anggota KBPII untuk membesarkan rumahnya. Bergerak secara kolektif dan berkembang ke arah yang lebih baik. KBPII harus berkembang, jangan stagnan. Jika hal ini tidak dicapai, besar kemungkinan 10 tahun kedepan KBPII bisa mati suri. Jangan hanya keluarga besarnya saja yang dibesarkan. Namu esensi terpenting adalah membesarkan PII,” jelas JK disambut riuh tepuk tangan ratusan audiens.
Wapres RI ke-12 ini juga mengikuti perkembangan keanggotaan PII. Menurutnya, saat ini kebanyakan anggota PII didominasi oleh kalangan mahasiswa. Pelajar SMP ataupun SMA sudah jarang dijumpai. “Saya ikut PII pada kelas 2 SMP di Makassar. Bisa dikatakan saya merupakan generasi awal bergabung dengan PII. Dulu PII adalah organisasi pelajar Islam pertama, zaman berganti dan sekarang banyak bermunculan organisasi pelajar,” imbuh tokoh asal Makassar ini
Terkait harapan kepada KBPII, JK mendorong kepada seluruh kader dan pengurus untuk menguatkan materi kebangsaan, serta menangkal pemikiran-pemikiran yang sifantya radikal. “Jiwa kebangsaan harus ditumbuhkan kembali. Silaturahmi antar sekolah dan kampus juga kembali digiatkan,” tutur JK yang pasca mengemban jabatan Wapres, kini kembali disibukkan di Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai Ketum. Dan di Dewan Masjid Indonesia juga sebagai Ketum. (Dol)
