Yogyapos.com (TRENGGALEK) - Desa kini tengah menjadi primadona dalam pembangunan nasional. Selain didukung beragam kebijakan pemerintah pusat, kedudukan desa menjadi sangat penting terkait upaya merealisasikan visi dan misi Presiden. Harapannya adalah program pengentasan kemiskinan bisa digerakkan secara lebih cepat dan tepat sasaran.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur Drs Benny Sampirwanto MSi saat membuka talk show Kopilaborasi di Hotel Hayam Wuruk Trenggalek, Selasa (10/11/2020).
Talk show yang bertema ‘Memaksimalkan Potensi Desa dengan Mengembangkan Smart Village’ itu menghadirkan Kepala Seksi Administrasi dan Aset Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, Muryanto Eko Priyono, ST MM dan Wahjudi Djaja (Business Development Director PT Ambhara Duta Shanti).
Benny mengungkapkan, desa adalah birokrasi paling kecil dalam sistem pemerintahan di Indonesia. Terkait smart village, bisa dipahami sebagai desa yang bisa menjawab permasalahannya, desa yang tahu siapa warga, karakter dan apa kebutuhannya. Komponen smart village antara lain adalah smart institution dimana jajaran aparat dan kelembagaan desa yang responsif.
“Smart infrastructure dimana pembangunan tak hanya berorientasi pada bukan jalan tetapi juga jaringan internet, smart technology and inovation seperti penggunaan aplikasi dan hasil inovasi, serta smart society yang ditandai masyarakat cerdas yang mengetahui banyak hal atau melek digital,” tandas Plt Bupati Trenggalek ini.
Dalam paparannya, Wahjudi Djaja menjelaskan kesalahan sebagian masyarakat dalam memandang smart village.
“Ada potensi luar biasa yang bisa dikembangkan pemerintah desa dan Bumdes. Jangan dikira segala sesuatu yang berbau online atau digital itu sebagai smart village. Ada kalkulasi yang jauh lebih penting, misalnya akumulasi belanja kuota internet, perlunya peningkatan layanan pemerintahan masyarakat serta peluang pemberdayaan potensi desa secara lebih cepat. Pada gilirannya, transparansi, keadilan dan kesejahteraan masyarakat bisa ditingkatkan,” tandasnya.
Sedang Muryanto menandaskan pentingnya visi kepala desa dan elite desa. Tanpa visi yang jelas, program sebagus apapun tak akan tepat sasaran. “Dengan didukung pengurus Bumdes yang mau kerja keras dan berjejaring, maka terbuka peluang bagi desa untuk mengoptimalkan potensinya,” katanya.
Hadir dalam talk show antara lain jajaran Diskominfo Kabupaten Trenggalek, Dinas PMD Kab Trenggalek, para kepala desa dan pengurus Bumdes di Kabupaten Trenggalek. (Iud)
