Yogyapos.com (SLEMAN) - Memperingati Hari Buku Sedunia, KB-TK Taman Bahagia menggelar kegiatan Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (GerNasBaku) dengan tema ‘Satu Cerita, Sejuta Cinta’, di lingkungan sekolah yang beralamat di Jaban RT 03 RW 25, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Kamis (24/4/2026).
BACA JUGA: Syawalan FPAY: Guyub untuk Satu Komitmen Kesetaraan Profesi Penegak Hukum
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Lembaga Dra Ninik Suparwanti SAk beserta Kepala TK Bunda Fifit Fitriani SPd dan Kepala KB Bunda Ferayani Hartati AMd.
Bunda Fifit yang juga sebagai menggagas membuat buku cerita dengan berkolaboratif bersama guru dan kepala sekolah sebagai penulis, serta siswa sebagai ilustrator. “Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas, imajinasi, serta kemampuan literasi anak sejak dini,” katanya.
BACA JUGA: Peringatan Hari Otda, Gus Hilmy: Hak Daerah Harus Nyata, Bukan Sekadar Wacana
GerNasBaku semakin istimewa dengan kehadiran Wawan Widiantoro SIP MPA pada hari terakhir masa jabatannya sebagai Panewu Kapanewon Ngaglik , sebelum mengemban tugas barunya sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman.
Keceriaan anak-anak menyambut kehadiran Panewu
Kehadiran orang nomor sati di Kapanewon Ngaglik, kehadirannya disambut meriah oleh anak-anak sembari mengumandangkan lagu ‘Selamat Datang Panewu, Kami Senang Bertemu’. Nanyian ini diiringi musik angklung oleh siswa TK B dan sebagai bentuk apresiasi. Mereka juga menyambutnya dengan memberi buket buku hasil karya kolaborasi siswa dan guru.
BACA JUGA: Pengolahan Sampah di Concat Jadi Perhatian Menteri AYH
Acara semakin meriah dengan pembacaaan cerita oleh salah satu wali murid, Adit, dengan judul “Akal Monyet”. Dilanjutkan aktivitas melukis kipas bergambar hewan yang dilakukan secara serempak oleh sekitar 96 siswa KB dan TK.
Wawan Widiantoro berharap melalui kegiatan ini KB-TK Taman Bahagia dapat menumbuhkan budaya literasi sejak dini serta mempererat hubungan antara sekolah, orang tua, dan anak dalam suasana yang penuh cinta dan kebersamaan.
BACA JUGA: Bupati Sleman Fasilitasi Dialog SPI dan PT Mataram Tunggal Garment
Peringatan Gerakan Nasional Orang tua membacakan buku ini, sangat relevan dan inspiratif mengingat saat ini kecenderungan anak-anak mulai jauh dari buku tergantikan HP. anyak KB/TK bahkan sekolah SD, SMP yang menyelenggarakan acara memuliakan buku sebagai sumber ilmu,sehingga KB/TK Taman Bahagia ini sangat luar biasa.
BACA JUGA: Fakultas Sastra Inggris UNY Pelatihan Public Relations di Benteng Vredeburg
Menurutnya, dampak membiasakan orangtua membacakan buku kepada anak-anak juga sangat posi tif dalam membangun komunikasi dan kehangatan keluarga.
BACA JUGA: Dunia Kerja Tak Hanya Lihat Ijazah, tapi juga Kompetensi
"Saya merasa terharu karena mendapat sambutan yang luar biasa meriah, disertai anak anak sambil membawa pos ter gambar saya dan memberi buket buku hasil karyanya sendiri. Bahkan menciptakan lagu khusus untuk saya, mereka tahu saya akan pindah tugas sebagai Kepala Dinas Sosial dan tidak lagi dekat dengan mereka," ungkapnya. (Agn)
