Yogyapos.com (SLEMAN) - Duka menyelimuti SMPN 1 Turi Sleman, setelah 6 siswanya dinyatakan meninggal dunia lantaran hanyut terbawa arus sungai ketika mengikuti kegiatan susur sungai Sempor, Jumat (21/2) sore sekitar pukul 16.00.
Keenam korban yakni Arisna, Latifah, Nur Azizah, Sofia, Khoirun Nisa dan 1 lagi belum teridentifikasi. Oleh petugas Basarnas Sleman, mereka sempat dilarikan ke klinik Swa, RS Puri Husada dan Puskesmas Turi. Namun nyawanya tidak tertolong.
Kabid Darurat BPBD Sleman Makwan, hingga jam 21.00 timnya masih melakukan penyisiran sungai Sempor. “Intensitas hujan yang turun begitu lebat yang mengakibatkan arus deras di sungai Sempor. Tim sudah mengevakuasi dan mendata siswa yang selamat. Dari 257 siswa yang ikut kegiatan tersebut, 186 siswa dinyatakan selamat, 6 siswa meninggal dan 65 siswa masih dikonfirmasi keberadaann. Kami kerahkan tenaga seoptimal mungkin agar siswa yang lain segera ditemukan,” ungkap Makwan, petang tadi.
Terpisah, Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto menyayangkan pihak sekolah yangg tetap melaksanakan kegiatan trsebut, ditengah kondisi cuaca yang tdak menentu.
“Akhir-akhir ini wilayah Sleman diguyur hujan deras. Kenapa pihak sekolah tidak membaca situasi ini. Harusnya kan bisa dipending dulu. Petugas telah terjun ke lapangam untuk mbantu proses evakuasi dan tengah mendalami pristiwa ini. Untuk siswa yang mninggal sudah diserahkan ke pihak keluarga,” kata Kombes Yuliyanto.
Menurut seorang siswa yang selamat, waktu mulai kegiatan sudah turun hujan. Para siswa tetap melanjutkan susur sungai dengan saling brgandengan tgan. Tiba-tiba dari arah belakang dihantam air sungai yang deras. Para siswa pun hanyut.
Sampai pukul 22.00 Tim Basarnas, SAR DIY, dan ratusan relawan masih melakukan pencarian. (Dol)
