Yogyapos.com (GUNUNGKIDUL) - Pengurus Baitul Maal Masjid Nurul Ashri Deresan, Sleman, menyalurkan bantuan air bersih ke beberapa wilayah terdampak kekeringan di Gunungkidul, Minggu (6/9/2020). Target sebanyak 200 tangki air diberangkatkan menuju 2 kecamatan yaitu Kecamatan Rongkop dan Girisubo.
Saat ini, sekitar 129.000 keluarga di Gunungkidul, memang tengah mengalami bencana kekeringan. Bahkan tak hanya kekeringan, musim kemarau juga mengancam terjadinya bencana lain seperti kebakaran lahan/hutan dan keterbatasan air bersih untuk kebutuhan minum dan sanitasi.
Sebelumnya, BPBP Gunungkidul telah memperkirakan bahwa kekeringan mulai terjadi pada akhir bulan April 2020 lalu hingga puncaknya bulan Agustus – September 2020. Di wilayah Gunungkidul sendiri terdapat 7 wilayah kapanewon yang berstatus “siaga” yaitu Girisubo, Panggang, Purwosari, Rongkop, Tanjungsari dan Tepus, serta 2 kapanewon berstatus “waspada” yaitu Nglipar dan Playen. Dari data tersebut, 6 kapanewon diantaranya sudah menyampaikan data potensi kekeringan ke BPBD.
“Di daerah kami khususnya Dusun Selang, Desa Songbanyu, Kecamatan Girisobo masih kekurangan. Penyaluran dari PDAM selama masih belum maksimal, sehingga kami masih sangat sulit mendapatkan air bersih,” kata salah seorang warga kepada tim Baitul Maal Nurul Ashri.
Program sedekah air ini ditujukan untuk meringankan beban masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih. Ke depan, diharapkan program ini mampu menjangkau wilayah lain yang masih membutuhkan.
“Baitul Maal Nurul Ashri berkomitmen untuk terus memberikan bantuan berupa dropping air bersih selama musim kemarau mengingat permintaan masih terus berdatangan,” kata Kepala Baitul Maal Nurul Ashri, Arif Setiawan.
Ia juga berharap, tangki air yang disalurkan dapat digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan harian dan sebagai upaya membantu masyarakat terdampak kekeringan ini. (*/Met)
