Yogyapos.com (BANTUL) - Meski terdampak pendemis Covid-19 dan pangsa pasar menurun, tetapi para blantik dan peternak sapi di Bantul tetap menyediakan stok dagangan hewan kurban dengan jumlah mencukupi.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Kelompok Ternak Andini Murni Jembangan Segoroyoso Pleret Bantul, Jumadi (52) dan sejumlah peternak lainnya kepada yogyapos.com, di Segoroyoso, Senin (6/7/2020).
Jumlah sapi hewan qurban dagangan di tempat ini, yang siap untuk dipasarkan tidak kurang ada 250 ekor. Dari sebanyak itu, yang telah laku sekitar 40 persennya. Dagangan yang laku relatif sedikit akibat adanya dampak pandemi Covid-19. Sedangkan pada tahun tahun sebelumnya sekitar satu bulan sebelum Idul Adha kaya dini sudah laku keras yaitu lebih dari 200 ekor.
"Bisa dibilang bahwa kali ini permintaan konsumen terhadap hewan qurban menurun hingga 50 persen dibandingkan pada tahun ahun sebelumnya,” kata Jumadi.
Pengakuan senada tentang menurunnya pangsa pasar hewan kurban juga diungkapkan oleh Peternak sapi di Ngenthak Seloharjo Pundong, Jumani dan Paijo, bahwa permintaan konsumen akan sapi menurun dibandingkan tahun-tahun selumnya.
"Bisanya saya sudah bisa memasarkan 75 ekor, kini sekitar 25 ekor. Meskipun stok yang tersedia mencukupi, namun karena keadaan, kini pasarnya jadi lesu", kata Jumani.
Menurut para pedagang harga sapi untuk kurban yaitu tergantung jenis dan besar kecilnya. Untuk konsumen umum rata-rata Rp 19 juta hingga Rp 26 juta per ekor. Namun untuk konsumen kalangan tertentu ada pula yang jenis dan ukuran besarnya tertentu, mencapi Rp 60 juta per ekor.
Sementara pemantauan yogyapos.com di sejumlah tempat mununjukkan, harga kambing secara umum Rp 2 juta hingga Rp 4 juta per ekor. Namun ada pula yang untuk jenis dan ukuran tertentu harganya Rp 6 juta per ekor.
Banyak konsumen yang saat membeli hewan kurban menanyakan dan meminta surat keterangan sehat untuk hewan yang akan dibelinya. Sedangkan jumlah penularan kambing secara umum juga menurun dibandingkan tahun sebelumnya. (Supardi)
