Yogyapos.com (KLATEN) – Sebagai upaya memasyarakatkan program moderasi beragama, Kementerian Agama RI, Minggu (18/12/2022) menyelenggarakan kegiatan Peluncurandan Diseminasiu Buku Moderasi Beragama Bahasa Asing di halaman Candi Sewu Prambanan, Klaten.
Kegiatan ini sekaligus juga sebagai bentuk perayaan HUT ke-31 Penetapan Komplek Candi Prambanan sebagai Warisan Budaya Dunia. Selain diisi dengan pemotongan tumpeng, kegiatan juga dimeriahkan dengan pentas seni budaya nusantara oleh para sastrawan, tokoh masyarakat, sosialita dan pelaku seni budaya dari Yogyakarta dan sekitarnya.
Pengusaha Yani Sapto Hudoyo tampil membacakab puisi dalam kegiatan peluncuran buku moderasi beragama di halaman Candi Sewu , Prambanan Klaten , Minggu (18/12/2022) || YP-Sulistyawan Ds
Staf Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kementerian Agama RI Rizqi Riyadu Taufiq menyampaikan, dalam upaya pemasyarakatan program moderasi bergama ini Kementerian Agama meluncurkan Buku Moderasi Beragama yang diterjemahkan dalam 7 bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Arab, Belanda, Jepang, Inggris, Tiongkok dan German.
Adapun dipilihnya komplek Candi Prambanan karena lokasi ini merupakan salah satu simbol dari toleransi dan moderasi beragama.
“Melalui bangunan candi yang ada di tempat inui, nenek moyang dan leluhur kita telah mengajarkan konsep moderasi bergama dengan sangat indah. Untuk itu, pemilihan tempat ini sekaligus sebagai upaya untuk mengenang kembali konsep-konsep moderasi beragama ai para leluhur kita,” ujar Taufiq kepada yogyapos.com, Minggu (18/12/2022).
Ditambahkan Taufiq, program toleransi yang saat ini dikenal dengan istilah moderasi beragama tersebut mengandung 4 nilai pokok yaitu siap menghargai perbedaan, menghargai kearifan lokal, menolak kekerasan dan patuh terhadap hukum yang berlaku. Semangat ini sudah dikenal masyarakat sejak lama, namun perlu untuk disosialiasikan secara masif agar menjadi nilaiyang terinternalisasi dalam masyarakat.
Adapun pertimbangan penerjemahan dalam 7 bahasa tersebut, salah satunya di dasari semangat untuk mewujudkan perdamaian dunia. Sebab, Kemenag menyakini bahwa Moderasi Beragama merupakan salah satu unsur yang dapat berperan dalam mewujudkan perdamaian dunia.
Oleh karena itu, peluncuran Buku Moderasi Beragama ini nantinya akan ditindak lanjuti dengan Safari ke sejumlah negara-negara sasaran melalui lembaga Kajian, Perguruan Tinggi serta komunitas budaya disejumlah negara. Bentuk sosialiasi ini berupa kajian ilmiah serta kampanye budaya Indonesia.
Taufiq meyakini, program ini akan diterima oleh sejumlah negara karena cara ini merupakan salah satu solusi alternatif yang sangat rasional untuk dilakukan.

Pementasan Kesenian Tradisional oleh komunitas seniman nusantara di halaman Candi Sewu pada Minggu (18/12/2022) sebagai bentuk kampanye moderasi beragama melalui bidang seni || YP-Sulistyawan Ds
“Saat launching sejumlah dubes memberikan apresiasi positip karena Indonesia memebrikan solhsi alternatif dlaam perdamaian dunia. Terutama untuk konflik dengan negara Islam dan negara Timhr Tengah, sehingga moderasi beragama ini bisa menjadi salah satu solusi dalam mewujudkan perdamaian dunia. Dan hal ini berasal dari saripati budaya asli Indonesia,” tandas Taufiq.
Lebih lanjut Taufiq menjelaskan, saat ini moderasi beragama sudah ditetapkan sebagai salah satu Program RPJMN sehingga seharusnya semua Kementerian memasukkan program moderasi beragama. (*/Sulistyawan Ds)
