Yogyapos.com (SLEMAN) - Kementerian Agama (Kemenag) Sleman melalui Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 melakukan aksi kemanusiaan mendistribusikan sembako ke sejumlah pondok pesantren, guru ngaji, guru tidak tetap (GTT), Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan pelayan umat non muslim.
“Jadi memang bantuan sembako ini kami berikan kepada mereka yang selama ini mendukung tugas-tugas pelayanan agam di lingkungan Kemenag,” ujar Kepala Kemenag Sleman, Drs H Sya’ban Nuroni MA kepada yogyapos.com, Kamis (23/4/2020).
Sya’ban menjelaskan, pihaknya melakukan pendataan melalui pegawainya terhadap mereka yang kehilangan pekerjaan atau berpenghasilan kurang. Itulah yang kemudian disasar bekerjasama dengan Barnaz.
Rinciannya, 100 paket untuk guru ngaji dan pelayan umat, GTT 100 paket, PTT 50 paket. Masing-masing paket sembako senilai Rp 215 itu berisi beras 8 kg, minyak goreng 2 lt, mie instan 1 dus dan gula pasir 1 kg. Sedangkan untuk pondok pesantren masing-masing paket senilai Rp 1 juta berisi beras 25 kg, minyak goreng 5 liter, mie instan 5 dus, gula pasir 5 kg, teh 1 pak, telur 5 kg dan kurma 1 kg. “Kami data, ada 32 pondok pesantren yang kami sumbang,” jelasnya.
Sya’ban juga berharap, memasuki bulan ramadan kali ini umat muslim dapat menjalankan ibadah shaum dalam suasana gembira dan khusyuk. Jika biasanya melakukan rangkaian ibadah tarawih maupun tadarus di masjid, maka sekarang cukup di rmah masing-maasing sambil terus memohon kepada Allah SWT agar wabah Covid-19 teratasi.
“Ya cukup di rumah saja kita tunaikan rangkaian ibadah shaum ini. Insya allah pahalanya tiada berkurang. Bahkan juga tidak perlu ada berbuka puasa bersama lazimnya tahun-tahun sebelumnya. Ini untuk antisipasi agar tidak terjadi penularan,” pungkasnya.
Sementara terkait sumbangan tersebut, Ahkhmad Muhamin Azzet selaku mubalig menyatakan terimkasih atas kepedulian Kemenag Sleman berbagi kasih. “Bantuan ini tentu sangat berarti bagi guru-guru ngaji. Sebab itu kami sampaikan terimakasih,” ujarnya di Ponpes Almutadin, Purwomartani, Kalasan, Sleman. (Agung DP)
