Yogyapos.com (MAGELANG) - Program Studi Kebidanan dan Program Studi Keperawatan Stikes Guna Bangsa Yogyakarta melaunching program pengabdian masyarakat dengan mengusung tema ‘Program Pengembangan Rumah Pendidikan Sadar Gizi (Rumpi Sari)’ berbasis komplementer di Desa Dukun, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Kegiatan yang digelar di Kantor Desa Dukun ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa Kebidanan dan Keperawatan Stikes Guna Bangsa Yogyakarta antara lain Selasih Putri Isnawati Hadi STr Keb MTr Keb, Nessy Anggun Primasari, SKep Ns MKep, Modesta Frila Lawalata, Tasya Rodearni Purba, Indah Nur Widiyanti, Ahmad Zulfan Khanafi dan Hansley Uniwally.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Selasih Putri Isnawati Hadi STr Keb MTr Keb mengatakan, kegiatan digelar sebagai upaya penurunan stunting dengan optimalisasi teknologi di era pandemi Covid-19, dengan sasaran kader posyandu balita.
“Kami melakukan pengabdian masyarakat dalam rangka mewujudkan Desa Dukun merdeka stunting. Saya sangat berharap kegiatan inovasi ini dapat menjadi salah satu bentuk program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dalam rangka mendukung mengentaskan stunting khususnya Desa Dukun dan dapat dikembangkan di wilayah yang lain,” kata Selasih Putri, Minggu (7/8/2022).
Menurut dia, pengabdian masyarakat ini merupakan implementasi kegiatan hibah pengabdian masyarakat skema Program Kemitraan Masyarakat Stimulus Berdasarkan Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Nomor 032/E5/PG.02.00/2022 tanggal 27 April 2022 tentang Penerima Program Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri Program Pengabdian kepada Masyarakat di Perguruan Tinggi tahun anggaran 2022.
“Diawali dengan Focus Group Discussion pada Sabtu, 30 Juli 2022 bersama tokoh masyarakat, kader dan Pemerintah Desa Dukun, dilanjutkan dengan sejumah agenda yakni edukasi tentang stunting pada anak, edukasi tentang pentingnya gizi pada anak, pelatihan pengolahan bahan pangan menjadi makanan dan minuman inovasi berbasis kearifan lokal, pelatihan penanaman dan perawatan tanaman yang dapat digunakan sebagai penunjang gizi anak, pelatihan komplementer untuk mencegah stunting dan pelatihan pengembangan web rumpi sari,” katanya.
Kepala Desa Dukun, Tanto Heryanto mengungkapkan pihaknya telah berupaya terkait dengan penanganan stunting salah satunya adalah dengan memaksimalkan penggunaan alokasi anggaran dana desa.
“Dengan adanya kerjasama desa dan akademisi seperti ini semoga program dapat dilakukan secara berkelanjutan dan dapat memberikan konstribusi positif dalam pencegahan dan penanganan stunting di Desa Dukun,” ungkap Tanto.
PKK Desa Dukun yang diwakili oleh Prastiwi didampingi Bidan Desa Dukun, Sri Suwarti AMd Keb dan perwakilan Puskesmas Dukun, Nila Permata Sari AMd Gz, menuturkan bahwa program sangat dari Stikes Guna Bangsa Yogyakarta sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan khususnya untuk para kader yang menjadi ujung tombak di tengah masyarakat.
“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan para perwakilan kader ini dapat memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat tentang pencegahan stunting, pemenuhan gizi dalam pengasuhan keluarga
terutama untuk keluarga yang memiliki anak balita sehingga dapat berkonstribusi untuk pencegahan stunting di Desa Dukun,” tutur dia Prastiwi. (Opo)
