Yogyapos.com (SLEMAN) - Potensi wisata yang dimiliki Kalurahan Kalitirto Berbah Sleman selain lengkap juga berkarakter kuat. Bekas pabrik gula Tanjung Tirto dan wisata Pasiraman Opak serta Lava Bantal perlu diangkat sebagai pintu usaha yang memberi pemasukan bagi desa. Maka kelembagaan yang solid, kuat dan bonafide sangat penting kehadirannya.
Demikian benang merah simpulan Rakor Tata Kelola Kolaborasi Ketahanan Ekonomi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kebangpol) DIY. Acara digelar di destinasi Pasiraman Opak, Tanjungtirto, Rabu (16/7/2025) siang.
BACA JUGA: PNS dan Prajurit Korem 072/Pmk Peroleh Edukasi Produk Bank Jateng
Dalam sambutan pengantarnya Lurah Kalitirto Arihadi menyampaikan, kegiatan pariwisata bisa memberi pemasukan ekonomi bagi kalurahan, komunitas dan masyarakat.
Rumah pejabat Belanda eks PG Tanjungtirto yang jadi SMPN 1 Berbah || YP-Ist
"Potensi kita sangat lengkap. Kita pernah punya paket wisata river tubing, seni jatilan, dan Omah Londo (rumah Belanda). Destinasi Lava Bantal itu berada di Kalitirto, rencananya mau dikelola tiga kalurahan yakni Jogotirto, Kalitirto, dan Tegaltirto. Rencananya kami juga mengembangkan kuliner Pasar Kliwon melalui Bumkal kerjasama dengan UMKM. Harapannya potensi yang ada menjadi paket unggulan yang bisa mengangkat Kalitirto,” jelasnya.
BACA JUGA: AKBP Prof Dr Saprodin Kini Menjabat Dirreskrimsus Polda DIY
Dalam pembukaannya mewakili Kepala Badan Kesbngpol DIY, Wahyu Satrio Guntoro memaparkan eks PG Tanjungtirto merupakan catatan penting sejarah yang harus diselamatkan dan dikelola dengan benar.
"Potensi yang bisa dikembangkan di Kalitirto antara lain wisata sejarah, budaya, dan pendidikan. Dengan unique selling point kita bisa mengembangkannya berbasis komunitas. Karakter masyarakat suka gotong royong bisa diubah menjadi potensi pemberdayaan dan pembangunan. Selain itu, kita berusaha mencegah terjadinya konflik masyarakat dengan meletakkan peran di porsi masing-masing,” tandasnya.
BACA JUGA: Panewu Harus Memahami Kodisi Wilayah dan Masyarakatnya
Dalam paparannya narasumber pertama Wahjudi Djaja SS MPd menyampaikan urgensi warisan sejarah dalam konteks pengembangan pariwisata. "Ada tiga prinsip yang harus dipegang teguh, bahwa pengelolaan warisan sejarah harus berpijak pada konservasi dan revitalisasi, kelembagaan pengelola yang profesional dan berkompeten, serta tersedianya paket wisata dan produk wisata yang berkarakter,” jelas dosen STIEPAR API Yogyakarta ini.
Peserta Rakor Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY di Kalitirto Berbah || YP-Wahjudi Djaja
Sedang narasumber kedua Wahyu Bintari SPsi MPsi menekankan pentingnya sumber daya manusia partisipatif. Para pengelola wisata nantinya harus memiliki standar layanan berbasis budaya. Dia harua resik, rapi dan wangi.
BACA JUGA: Lagi Nih! Polda DIY Giat Operasi, Sita 1.672 Botol Miras
“Selain paham unggah-ungguh juga harus mampu menciptakan ambience (suasana) yang khas. Ketulusan dalam melayani wisatawan merupakan kunci sehingga mereka merasa dihargai dan nyaman,” pesannya.
Rakor Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY ditandai diskusi dan tanya jawab seputar pengembangan potensi wisata Kalitirto ke depan. Dihadiri Pamong Kalurahan Kalitirto, Kepala Dukuh, LPM/KMP Kalurahan, Pemuda Tanjungtirto, Pemuda Teguhan, penghuni Omah Londo, Pengurus UMKM, Penggiat Budaya, Pengurus Bumkal, Pengurus BPKAL Kalitirto dan Pengelola Pasiraman Opak. Rakor diakhir foto bersama dan peninjauan destinasi Pasiraman Opak. (Iud)
