Yogyapos.com (BANTUL) - Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Bantul, drg Hj Siti Roikhana Munawaroh MPH, menegaskan pentingnya penguatan peran perempuan melalui peningkatan ilmu, keterampilan, dan kapasitas diri.
BACA JUGA: Mayat Perempuan Ditemukan Tergeletak di Rel Kereta Api Dusun Gancahan
Pesan tersebut disampaikannya dalam Pengajian Ahad Kliwon PC Muslimat NU Bantul yang digelar di GOR Gelora Prapto Raharjo, Srimulyo, Piyungan, Bantul, Minggu (14/12/2025).
BACA JUGA: Dibuka Danrem, Pertemuan Gabungan Persit KCK Bahas Pengelolaan Keuangan Keluarga
Di tengah hujan deras yang mengguyur wilayah Piyungan sejak pagi, sekitar 1.500 jamaah Muslimat NU se-Kabupaten Bantul tetap memadati lokasi acara. Kehadiran ribuan jamaah ini menjadi bukti kuatnya semangat perempuan Muslimat NU dalam menimba ilmu dan memperkuat peran keummatan.
BACA JUGA: Bencana Sumatera, Pemerintah Pastikan Pencarian Korban Terus Dilakukan di Tiga Provinsi
Dalam sambutannya, drg Hj Siti Roikhana menekankan bahwa momentum menjelang peringatan Hari Ibu harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, perempuan --terutama para ibu-- perlu memiliki wadah perjuangan yang nyata untuk terus bertumbuh dan berdaya.
BACA JUGA: Hj Titiek Soeharto Safari Gemarikan di Kulonprogo, Begini Pesannya
“Perempuan harus memperkuat diri dengan ilmu pengetahuan, keahlian, dan keterampilan. Dengan begitu, seorang ibu akan mampu mendidik dan mengantarkan anak-anaknya menjadi generasi yang salih dan salihah, siap menyongsong Indonesia Emas,” tegasnya.
drg Hj Siti Roikhana Munawaroh MPH || YP-Markaban Anwar
Ia menyampaikan bahwa Muslimat NU hadir sebagai ruang pengabdian dan pemberdayaan perempuan, sekaligus sarana untuk meningkatkan wawasan keagamaan, sosial, dan kebangsaan. Melalui organisasi ini, para ibu didorong untuk terus belajar, berkarya, dan berkontribusi nyata bagi keluarga dan masyarakat.
BACA JUGA: Pengeroyokan di Sutopadan, Tim Hukum: Terdakwa Tak Mutlak Penyebab Kematian Korban
Pengajian Ahad Kliwon tersebut diawali dengan Semaan Al-Qur’an Juz 11–15 yang dibacakan oleh para hafidzah Muslimat NU, antara lain Nyai Hj Siti Baroroh, Nyai Hj Ngaisyah, Nyai Hj Maringah, Nyai Arni Farida, Nyai Nila Nur Qodriyah, serta para kader hafidzah Muslimat NU PAC Piyungan. Suasana khidmat semakin terasa dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an diiringi rintik hujan.
BACA JUGA: Sastra Ilmu
Melalui kegiatan ini, drg Hj Siti Roikhana berharap Muslimat NU Bantul semakin solid sebagai kekuatan perempuan yang berakhlak, berilmu, dan berdaya, serta mampu melahirkan generasi masa depan yang berkualitas di berbagai bidang kehidupan.
Sementara itu, Ketua MWC NU Piyungan, KH. Anwar Zuhri, dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kemampuan seseorang dalam menerima kenyataan sebagai takdir Allah SWT.
BACA JUGA: KWT Pari Merapi Sembada Gelar Senam Massal dan Bazar Menyambut Hari Ibu
“Kondisi pagi ini, hujan yang begitu lebat, jika tidak disikapi dengan lapang dada tentu akan menimbulkan keluh kesah. Padahal, hikmahnya sangat banyak. Suasana menjadi sejuk dan semakin khusyuk mendengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an,” tuturnya.
BACA JUGA: Seorang Pemancing Tewas di Sungai Boyong, Begini Kronologinya
Lebih lanjut, KH. Anwar Zuhri berpesan kepada seluruh kader Muslimat NU agar senantiasa menyiapkan generasi masa depan yang berkualitas, baik dalam bidang agama, ilmu pengetahuan dan teknologi, maupun kemandirian ekonomi. Hal tersebut sejalan dengan pesan Rasulullah SAW agar umat Islam tidak meninggalkan generasi penerus dalam keadaan lemah.
BACA JUGA: LPS Peduli, Berbagi Sembako dan Layanan Kesehatan di Gayamharjo
Pengajian Ahad Kliwon ini menjadi momentum penguatan spiritual sekaligus penguatan peran perempuan Muslimat NU dalam membangun keluarga, masyarakat, dan masa depan bangsa. (Markaban Anwar)
