Yogyapos.com (SLEMAN) - Kelompok 99 Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Mandiri Universitas Mercu Buana Yogyakarta) menggelar pelatihan mendaur ulang minyak jelantah.
Kegiatan ini menyasar para ibu asuh beserta pendamping yang mengabdi di Yayasan Sahabat Manusia Pembutuh Cinta (Hamba)
Ketua Kelompok 99 KKN-PPM, Yanuarti Gayani mengatakan, edukasi yang diberikan berupa pelatihan mendaur ulang minyak jelantah atau minyak goreng yang sudah kotor diolah menjadi barang yang bernilai ekonomis.
“Kami berikan pelatihan mengolah minyak jelantah menjadi sabun cuci,” kata Yanuarti dalam keterangan tertulis, Selasa (22/8/2023).
Dijelaskan, bentuk pelatihan merupakan upaya pemberdayaan menyasar ibu asuh beserta pendamping yang bekerja di Yayasan Hamba, sehingga dapat membantu anak- anak di bawah asuhannya. yang jarang disentuh oleh para mahasiswa KKN seperti yayasan Hamba ataupun yayasan lain.
“Melalui pelatihan ini diharapkan jadi salah satu cara menanggulangi limbah minyak yang ada di yayasan, kami pilih lokasi yang jarang disentuh oleh para mahasiswa KKN seperti yayasan Hamba ataupun yayasan lain,” ujarnya.
Irviana, salah satu peserta mengaku sangat senang dapat mengikuti kegiatan, menurut dia setelah mendapatkan pelatihan dirinya bisa membuat sabun cuci minyak jelantah, selain itu bahan-bahannya juga gampang ditemukan di pasaran.
“Selain minyak jelantah, dibutuhkan sarung tangan, soda api cair atau Natrium Hidroksida, pewangi laundry, arang, serta wadah untuk mencampur bahan dan mencetak sabun, mudah dibuat,” kata Irviana.
Ketua Yayasan Hamba, Nyadi Kasmoredjo menyambut baik atas kegiatan yang diinisiasi oleh Kelompok 99 KKN-PPM Mandiri dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta.
“Kami berharap hal ini menjadi program keberlanjutan karena pelatihan seperti ini dinilai mampu memberdayakan orang-orang yang berada pada Yayasan seperti Yayasan Hamba,” tutur Nyadi. (Opo)
