Yogyapos.com (BANTUL) - Kelompok Tani (Klomtan) di Sangkeh Srigading Sanden Kabupaten Bantul memanen bawang merah hasil demo plot PT Petro Kimia Kayaku, di lahan pertanian dusun, Rabu (31/8/2022).
Acara panen kali ini dihadiri Bupati Kabupaten ini H Abdul Halim Muslih, pejabat Kementrian Pertanian Ir Tomi Nugroho dan manajemen PT Petro Kimia, yang kesemuanya ikut memanen.
Penasehat Klomtan Dusun Sangkeh, Sutardi, dalam laporannya menyebutkan, melalui demo plot ini, lahan 1 hektar persegi menghasilkan panen 15 ton. Sebelum melalui demo plot rata-rata hanya 12 hingga 13 ton.
“Dengan demo plot pemupukannya lebih irit. Bisa hanya satu kali per tanam. Sedangkan sebelumnya dua hingga tiga kali pemupukan. Ya ternyata demo plot lebih menguntungkan petani,” kata Sutardi.
Hanya saja, jelasnya, meski para petani siap untuk menanam bawang merah melalui demo plot, namun juga memerlukan tempat pertemuan petani dan gudang untuk menyimpan dan mengolah hasil panen yang baik dan representatif.
Potong tumpeng sebelum panen raya || YP-Supardi
Diakuinya, kendala utama yang dihadapi para petani adalah seringkali harga bibit bawang merah saat musim taman sangat mahal mencapai Rp 80 ribu per kg. Maka petani memerlukan solusinya.
Menanggapi hal itu, Bapati H Abdul Halim Muslih, menyatakan menyambut gembira dengan adanya uji coba demo plot ini yang hasilnya cukup memuaskan. Nantinya dapat dijadikan salah satu metode dan cara yang mengunguntungkan para petani Bantul.
"Lahan pertanian di Bantul dari waktu ke waktu berkurang. Maka solusinya untuk menjaga ketersediaan ketahanan pangan adalah para petani harus mempergunakan teknologi pertaian yang lebih menguntungkan. Salah satunya melalui demo plot seperti ini,” kata Abdul Halim.
Perwakilan dari manajeman dari PT Perto Kimia, Lamudiya Pramudiya, menyatakan, demo plot ini akan terus disosialisasikan dan digalakan kepada para petani agar keuntungan dan hasil panen mereka bisa lebih baik.
Sedangkan salah seorang pejabat dari Kementrian Pertanian RI, Tomi Nugroho, mengatakan pihaknya terus berupaya agar para petani bisa lebih modern agar penghasilannya semakin baik.
“Solusi untuk mengatasi mahalnya harga bibit bawang merah pada petani salah satunya diperlukan gudang yang memadai untuk menyimpan dan mengolah bawang merah uutuk bibit. Ini diharapkan bisa direalisasikan,” kata Tomi.
Sementara Kadinas Pertanian Bantul, Joko Waluyo, menyatakan dengan lahan bawang merah sekitar 1.000 hektare, Bantul sebagai pemasok bawang merah sekitar 60 di DIY.
“Ini akan teris dipertahankan sebagai pemasok bawang merah. Metode pertaniannya juga terus dimajukan melalui tehnologi pertanian yang modern,” kata Joko. (Spd)
