Yogyapos.com (SLEMAN) - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Sleman tengah melakukan pengajuan bagi kepentingan anak-anak dan mendorong anak-anak agar lebih bisa mengeksplorasi bakatnya selagi mereka masih di usia anak-anak agar tidak akan mengulang kesalahan yang lalu. Pintu sudah terbuka lebar antara Bapas dan Dinas P3A2KB Sleman untuk mewujudkan apa yang diinginkan.
11 tahun sudah Forum Anak Sleman atau Forans berdiri dan hari ini adalah pertemuan yang ke 11 kalinya, awal berdiri sangatlah tidak mudah karena keterbatasan pendanaaan maka setiap dilaksanakan kegiatan harus membayar iuran dan dilaksanakan di emperan tempat karena tidak adanya perhatian dari pemerintah.
Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas P3A2KB Sleman, Sri Budiyantiningsih pada acara Forans yang dilangsungkan di Puri Mataram Drono, Tridadi Sleman, yang berlangsung Senin-Kamis (15-18/2/2021).
“Tetapi karena perjuangan yang terus berlanjut maka lama kelamaan mendapat perhatian dari pemerintah. Pemerintah justru memfasilitasi pesawat jika terdapat kunjungan ke luar daerah dan atas perhatian dari pemerintah kepada Fortan saat ini menjadi lebih baik,” ujar Sri Budiyantiningsih, Jumat (19/2/2021).
Menurutnya, progres pencapaian yang paling signifikan untuk di Kabupaten Sleman, yakni jumlah anak yang tercatat mencapai 150-200, diantaranya terdapat peserta yang bukan pada kategori anak yakni usia diatas 18 tahun.
“Dan kita mempunyai 5 persen untuk usia bukan anak. Pengedukasian anak terhadap hukum masih belum efektif karena masih ada beberapa anak yang belum memahami hukum dan terlibat dengan hukum, jika anak sudah memahami hukum maka ia tidak akan terlibat dengan urusan hukum. Forans harus mempunyai mindset dan karakter untuk perencanaan menuju Indonesia maju,” ajaknya.
Pada kesempatan lain, Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta Muhammad Ali Syeh Banna mengungkapkan rasa teriakasih dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan , terlebih dengan adanya anak berhadapan dengan hukum (ABH) dari Bapas Yogya.
“Dengan demikian mereka akan menjadi anak yang lebih baik lagi dan tidak akan mengulang kesalahan yang telah mereka perbuat, kami berharap terjalin hubungan yang baik antara Forans untuk mewujudkan Kabupaten Sleman yang ramah dan layak anak. Ditambah keikut sertaan klien Anak Bapas Yogya ini untuk membangkitkan kepercayaan dirinya jika masih memiliki masa depan yang cerah sebagai generasi emas masa mendatang untuk negeri tercinta Indonesia,”tutur dia.
Jarot Wahyu Winasis selaku PK Muda dan Koordinator Lapangan Pokmas Lipas Bapas Kelas I Yogya berharap agar Forans menjadi organisasi yang mempunyai karakter dan pola pikir yang maju, selain itu antara Forans dan Bapas Jogja dapat terjalin mitra yang baik dan mampu mewujudkan apa yang menjadi tujuan bersama.
“Forans telah menjadi pokmas dari Bapas Yogya dan Kanwil Kemenkuham DIY dan akan menjadi perhatian dari Bappenas, selain itu ucapan terimakasih karena ABH dari Bapas Jogja dapat dilibatkan dalam kegiatan ini karena dengan begitu ia akan mempunyai pengalaman baru dan teman baru yang positif atau baik,” katanya.
Dikatakan pula, klien merasa senang dengan kegiatan tersebut karena mendapat pengalaman baru dan materi baru baik itu yang berkaitan dengan hukum maupun materi bagaimana mengatur diri sendiri.
“Dengan adanya kegiatan ini memberikan dampak positif kepada klien agar tidak mengulang kesalahan yang telah dikakukannya. Selain itu dalam kegiatan ini klien juga mempunyai banyak teman baru yang membuat waktunya menjadi lebih bermanfaat dari sebelumnya,”mohon pria yang akrap disapa Bang Jo ini. (Eko Purwono)
