Kolaborasi Shind Jogja-SGM dan UAJY Gelar Pelatihan Membuat Vermikompos

share on:
Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik dengan Metode Vermikompos (Losida dan Cacing) bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Shind Jogja, di Kantor Kemantren Umbulharjo, Senin (13/7/2026)

Yogyapos.com (SLEMAN) - Dalam rangka mengatasi permasalahan krisis sampah, Pemerintah Kota Yogyakarta telah melakukan peresmian program Masyarakat Jogja Olah Sampah (MAS JOS).

BACA JUGA: Perkuat Sinergitas, Kepala Kantor Imigrasi DIY Sowan ke Danrem 072/Pmk

Program ini bertujuan agar seluruh elemen yang memiliki kontribusi dalam pengelolaan sampah dapat berpartisipasi aktif mendorong masyarakat untuk turut mengolah sampah secara sederhana dan berdampak besar. Tidak hanya masyarakat, langkah ini juga mendapat perhatian dari kalangan akademisi.

BACA JUGA: Menakar Peluang Kemenangan Eks Jampidsus Jika Ajukan Prapradilan

Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) bergerak merawat kesadaran kolektif tersebut dengan berkontribusi melakukan Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik dengan Metode Vermikompos (Losida dan Cacing) bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Shind Jogja, di Kantor Kemantren Umbulharjo, Senin (13/7/2026).

BACA JUGA: Kisah Yusmar, Pemuda Asal Sabu Raijua Lolos Tanpa Tes dan Kuliah Gratis di UGM

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan serta mendorong pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri di wilayah Kemantren Umbulharjo. Peserta pelaksanaan terdiri dari perwakilan RW Kelurahan Semaki, Muja Muju, Tahunan, hingga Warungboto.

BACA JUGA: Kisah Hijrah Penjual Sengsu ke Tongseng Ayam, Semua Peralatan Diganti yang Baru

Stakeholder Relations Sarihusada Generasi Mahardika (SGM), Akhta Suhendra mengajak warga untuk membangun kebersamaan kolektif dengan mengelola sampah yang menjadi tanggung jawab bersama.

BACA JUGA: Pembalap Asal Sleman, Kiandra Ramadhipa Juarai Race 2 Red Bull MotoGP Rookies Cup

Direktur Eksekutif Shind Jogja, Maulana Sriyono dalam pengantar kegiatan dan program tersebut mengatakan bahwa sebenarnya program Losida (lodong sisa dapur) telah diterapkan sejak akhir tahun 2022 ketika Yogyakarta mulai mengalami darurat sampah. Fokus pelaksanaan saat itu berlokasi di Kelurahan Muja Muju. 

BACA JUGA: SMA Muhi Yogya Awali MPLS dengan Beasiswa Rp 313 Juta bagi Murid Berprestasi

“Kami sudah menanam Losida di Muja Muju kurang lebih sebanyak 1.002 unit. Di setiap rumah tangga kami terapkan Losida, kami beri pelatihan, lalu tahun 2025 kami punya penguat bahwa losida yang ada di Muja Muju itu seharusnya tidak perlu banyak-banyak, tetapi bisa mengolah sampah organik secara maksimal,” ungkapnya.

BACA JUGA: Seskab RI Berikan Pembekalan 511 Calon Perwira Remaja Akmil

Semenjak Shind Jogja bersama SGM berkolaborasi dengan UAJY menerapkan Losida menggunakan cacing, program ini menjadi lebih efektif. “Di Muja Muju itu kita kemarin udah coba di 12 RW, kemudian mekanismenya Alhamdulillah 20 persen lebih cepat,” jelas Maulana.

BACA JUGA: Tragis, Buruh Tani di Bantul Tewas Tersengat Listrik Saat Mencari Pakan Ternak

Dalam rangkaian acara tersebut, perwakilan masyarakat Kelurahan Muja Muju, Fraksiyanti dan Yuni Suprapti memberikan testimoni serta demonstrasi penggunaan Losida agar lebih mudah dipahami oleh warga yang datang. Dosen Fakultas Teknobiologi UAJY, Monika Ruwaimana PhD pun memberikan penjelasan teori dan hal-hal teknis yang dapat memengaruhi keberhasilan pembuatan Losida.

BACA JUGA: Rayakan Setahun Perjalanan, MOX Space Berbagi 100 Paket Makanan di Yogyakarta

Mantri Anom Kemantren Umbulharjo, Eni Purwati SSTP MSi berharap warga bisa mengelola sampah organik mereka masing-masing dari sumbernya, yakni rumah tangga. “Harapannya yang datang hari ini bisa mendapat ilmu dan ditularkan kepada warga. Ambil ilmunya, manfaatkan, dan tularkan,” ujarnya. (*)


share on: