Yogyapos.com (SLEMAN) – Dorong penguatan pendidikan karakter, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Mustadi, mendampingi kepala sekolah se-Kabupaten Sleman menyaksikan film “Akal Imitasi”, di CGV Transmart Maguwo, Selasa (14/7/2026).
BACA JUGA: Menakar Peluang Kemenangan Eks Jampidsus Jika Ajukan Prapradilan
Mustadi menerangkan, kegiatan ini menjadi bagian dari sosialisasi pendidikan karakter yang dilakukan PT Dinamika Lestari, bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman melalui penayangan film.
“Ini tahun kedua bekerja sama dengan PT Dinamika Lestari, PH produksi film pendidikan, rekomendasi dari Kemendikdasmen yang menyampaikan informasi melalui media digital untuk penguatan karakter,” jelasnya.
BACA JUGA: Seskab RI Berikan Pembekalan 511 Calon Perwira Remaja Akmil
Dengan menggandeng kepala sekolah, Mustadi berharap, nilai moral dalam film ini dapat memperkuat pendidikan karakter siswa-siswi Kabupaten Sleman. Sejalan dengan hal tersebut, Mustadi pun sekaligus mengingatkan terkait tanggung jawab tenaga pendidik terhadap penguatan pendidikan karakter siswa.
BACA JUGA: Ribuan Lowongan Kerja di Job Fair Jogja 2026, Ada Formasi untuk Penyandang Disabilitas
“Mari kita tingkatkan kualitas pendidikan kita. Tidak hanya mendidik anak-anak kita agar cerdas secara intelektual, namun juga cerdas hatinya, integritasnya juga tinggi. Namun juga diingat, tanggung jawab bapak ibu juga tinggi,” tambahnya.
Wakil Bupati Danang menanggapi, film menjadi salah satu media yang cukup efektif untuk memperkuat pendidikan karakter. Kombinasi visual dan alur cerita yang menarik, menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak untuk memahami pesan moral dalam sebuah film.
BACA JUGA: Pakar UGM Sebut Latihan Angkat Beban Baik untuk Jantung hingga Otak
Film “Akal Imitasi” juga dikatakan Danang sebagai pengingat, bahwa teknologi yang berkembang pesat saat ini adalah alat bantu. Sedangkan pengendali utama kehidupan pada dasarnya adalah akal sehat dan hati nurani manusia.
“Anak-anak yang saat ini sangat tergantung dengan gadget, harus kita sadarkan, bahwa teknologi adalah alat bantu. Tapi semua keputusan dan tindakan itu dijalankan berdasarkan hati nurani dan akal sehat kita masing-masing,” paparnya.
BACA JUGA: Tim Forikan Sleman Dikukuhkan, Gencarkan 'Gemarikan' kepada Siswa SD
Ia pun berharap, nilai positif dari film “Akal Imitasi” dapat diterapkan oleh siswa-siswi Kabupaten Sleman. Dengan begitu, pemanfaatan teknologi dapat dilakukan secara bijak dan memberikan manfaat yang luas, khususnya bagi kemajuan pendidikan Kabupaten Sleman. (Agn)
