Korban 'Bus Maut' Jalan Bukit Bego Segera Terima Hak Santunan Asuransi

share on:
Direktur Utama PT Jasa Raharja, Rivan Ahmad Purwantono , saat memberikan keterangan pers usai jenguk para korban lakalantas itu, di RS PKU Muhammadiyah Bantul, Senin (7/2) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) -PT Asuransi Jasa Raharja memastikan segera memberikan hak santunan kepada para korban kecelakaan lalulintas tunggal yang terjadi di Jalan Bukit Bego, Kedungbuweng, Wukirsari, Imogiri Bantul pada Minggu (6/2)     

"Kami akan menyalurkan jasa raharja kepada panjenengan semua yang menjadi korban kecelakaan bus. Jadi diharapkan tenang dalam menjalani perawatan dan pengobatan medis di rumah sakit. Semoga cepat sembuh,” kata Direktur Utama PT Jasa Raharja, Rivan Ahmad Purwantono, saat menjenguk para korban lakalantas itu, di RS PKU Muhammadiyah Bantul, Senin (7/2).

Kepada wartawab, Rivan mengungkapkan bahwa santunan akan diberikan kepada para korban yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka. Nilainya sesuai dengan ketentuan. Bagi yang meninggal dunia penyalaurannya kepada pihak keluarga korban. Bagi korban yang mengalami luka luka akan disalurkan melalui rumah sakit yang melakukan pengobatan dan perawatan. 

“Para korban berdimisili di Sukoharjo, maka nanti penyalurannya akan dilakukan oleh Kantor Perwakilan Jasa Rajarja yang sesuai dengan domisili korban,” jelas Rivan. 

Usai dari RS PKU Muhammadiyah Bantul, Rivan beserta rombongan juga menjenguk para korban yang dirawat di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Dilanjutkan peninjauan ke lokasi kecelakaan ini di jalan Bukit Bego. 

“Secara administrasi sudah terdata semua korban. Tinggal penyalurannya sesegera mungkin,” tegas Rivan didampingi Kasi Lakalantas Mabes Polri, AKBP Tri Yulianto dan Kasat Lantas Polres Bantul AKP Gunawan Setiabudi. 

Diberitakan sebelumnya, lakalantas tunggal bus Nopol AD 1507 EH ini terjadi Minggu (6/2/2022) sekitar Pukul 14.00. Ketika itu bus melaju dari ketinggian jalan Dlingo, tapi sesampai Dusun Kedungbuweng tiba-tiba oleng karena rem blong pada posisi jalan menurun. Sopir, menurut para saksi, terlihat panik dan mencoba memainkan versneleng. Sesaat kemudian bus menabrak tebing Bukit Bego dan terhenti setelah masuk ke selokan pinggir jalan. 

Akibat lakalantas ini, 13 penumpang termasuk sopirnya meninggal dunia. Sedangkan 34 lainnya berhasil diselamatkan dan hingga kini menjalani perawatan intensif di RSUD maupun PKU Muhammadiyah Bantul.  (Spd)

 

 

 


share on: